Masjid di AS Dibakar, Dindingnya Dicoreti Grafiti Anti-Muslim

Anton Suhartono ยท Senin, 25 Maret 2019 - 13:06 WIB
Masjid di AS Dibakar, Dindingnya Dicoreti Grafiti Anti-Muslim

Masjid Islamic Center Escondido dibakar orang tak dikenal (Foto: AFP)

SAN DIEGO, iNews.id - Sebuah masjid di Escondido, San Diego, California Selatan, Amerika Serikat, dibakar orang tak dikenal, Minggu (24/3/2019) dini hari waktu setempat.

Polisi juga mendalami penyerangan terhadap Masjid Islamic Center of Escondido itu dengan coretan yang ditemukan di lokasi. Isi grafiti terkait penembakan masjid di Selandia Baru.

Kebakaran itu pertama kali dilaporkan ke polisi dan petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 03.15 waktu setempat. Namun orang-orang yang berada di Islamic Center berhasil memadamkannya lebih dulu sebelum petugas tiba.

"Jamaah mencium bau asap, melihat api, dan memadamkannya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba," demikian laporan Tribune San Diego, sebagaimana dilaporkan kembali Reuters, Senin (25/3/2019).

Tidak ada yang terluka dalam penyerangan ini.

Pejabat kepolisian Escondido, Chris Lick, mengatakan, pelaku menggunakan bahan kimia untuk menyalakan api hingga menghanguskan bagian dinding.

Di dinding jalan masuk masjid, polisi juga menemukan coretan atau grafiti yang tampak baru dibikin. Isinya merujuk pada penembakan dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada 15 Maret yang menewaskan 50 orang. Polisi tidak merilis isi tulisan itu. Namun berbagai laporan mengindikasikan isinya soal kebencian terhadap muslim.

Akibat kejadian ini, pelaksanaan Salat Subuh di masjid dibatalkan karena penegak hukum melakukan olah tempat kejadian perkara.

Yusef Miller, juru bicara masyarakat muslim Escondido, memperingatkan jamaah masjid lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan karena serangan seperti ini bisa saja terjadi.

"Semua orang gelisah. Ketika mereka menghubungkannya ke Selandia Baru, itu membuat kami lebih dari sekadar takut bahwa sesuatu yang aneh akan terjadi," kata Miller.

Bersama kepolisian setempat dan petugas pemadam kebakaran, FBI dan dan petugas Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak, ikut menyelidiki kasus ini. Pelaku bisa dijerat dengan pasal pembakaran dan kejahatan rasial.

Sejauh ini belum ada tersangka.


Editor : Anton Suhartono