Media AS, Eropa, Malaysia, Singapura hingga Aussie Pantau Pemilu 2019

Nathania Riris Michico ยท Rabu, 17 April 2019 - 17:57 WIB
Media AS, Eropa, Malaysia, Singapura hingga Aussie Pantau Pemilu 2019

Poster yang menunjukkan kandidat presiden Joko Widodo (pertama dari kiri) dan calon wakil presidennya Ma'ruf Amin serta lawannya, Prabowo Subianto (kedua dari kanan) dan calon wakil presidennya Sandiaga Uno. (FOTO: ADEK BERRY / AFP)

JAKARTA, iNews.id - Pemilihan umum (pemilu) serentak digelar di Indonesia pada hari ini, Rabu (17/4/2019). Dalam pemilihan presiden (pilpres), Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersaing melawan mantan jenderal Prabowo Subianto untuk memperebutkan posisi pemimpin negara mayoritas Muslim.

Lebih dari 190 juta rakyat Indonesia -dari pulau paling timur Papua hingga ke Sumatera- memenuhi syarat untuk memberikan suara mereka. Pemungutan suara dimulai sejak pukul 07.00 hingga 13.00 WIB.

Pilpres 2019 pun menjadi sorotan media-media asing, mulai dari media asal Amerika Serikat (AS), Eropa, Malaysia, Singapura hingga Australia. Beberapa media memantau perkembangan pemilu sejak dini hari hingga perolehan suara berdasarkan quickcount.

Salah satu media asal Prancis, AFP, melaporkan bahwa Joko Widodo unggul dalam perolehan suara melalui quickcount atas saingannya, Prabowo Subianto.

"Pemungutan suara secara resmi berakhir pada pukul 13:00 (0600 GMT) di Sumatera, meskipun beberapa dari 800.000 tempat pemungutan suara (TPS) tetap buka hingga lebih dari yang ditentukan karena antrean panjang," demikian laporan AFP, seperti dilihat iNews.id.

Media AS, Fox News, melaporkan hampir 193 juta warga Indonesia terdaftar untuk memilih dalam pemilu. Menurut Fox News, ada 810.000 TPS dengan lebih dari 1,6 juta botol disiapkan untuk pemilu.

"Para pemilih akan mencelupkan jari ke dalam tinta setelah memberikan suara mereka sebagai tindakan anti-penipuan. Komisi Pemilihan Umum memperkirakan lebih dari 17 juta orang terlibat dalam memastikan pemilu berjalan dengan lancar, termasuk sukarelawan, penjaga, dan saksi terdaftar untuk setiap TPS," demikian laporan Fox News.

"Sekitar 20.500 kandidat mencalonkan diri untuk jabatan presiden-wakil presiden, Senat, dan legislatif di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten. Pemilu ini menelan biaya sekitar 1,9 miliar dolar AS," tambah laporan itu.

Sementara itu, media Singapura, The Straits Times, juga memberitakan soal pilpres Indonesia sejak pagi tadi. The Straits Times melaporkan saat Jokowi dan pasangannya calon wakil presiden Ma'ruf Amin memberikan suara di wilayah tempat tinggal masing-masing.

"Presiden Joko, yang sedang mengincar masa jabatan kedua, muncul di tempat pemungutan suara di gedung Administrasi Negara di Jakarta Pusat pada hari Rabu, sementara pasangannya yang berusia 76 tahun, Ma'ruf memberikan suaranya di Jakarta Utara," demikian laporan The Straits Times.

"Ketika ditanya tentang peluangnya, Joko, yang berada di tempat pemungutan suara sekitar dua jam sebelum pemungutan suara ditutup, mengatakan tetap optimistis, dengan menambahkan: 'Cara kita bekerja adalah kita selalu optimis'," lanjut laporan itu.

The Straits Times juga turut memantau perolehan suara dari kedua pasangan calon pemimpin tersebut.

"Hitungan cepat dari lima jajak pendapat memberikan petahana suara antara 54,4 persen dan 55,7 persen suara, dengan sekitar 38 persen suara dihitung. Hitungan yang sama memberi Prabowo antara 45,6 persen hingga 43,9 persen suara," demikian pemberitaan The Straits Times.

Media Australia, ABC News, juga memantau perkembangan pelaksanaan pemilu di Indonesia. Menurut ABC News, pemilu Indonesia kali ini cukup 'panas' karena melibatkan dua kandidat yang sudah pernah bersaing di pemilu 2014.

"Ada tepuk tangan di beberapa tempat pemungutan suara di Indonesia hari ini, saat pemilihan yang diikuti 190 juta orang di ribuan pulau itu, ditutup," bunyi laporan ABC News.

"Dalam satu hari, warga Indonesia pergi ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih tidak hanya presiden, tetapi sekitar 20.000 kursi parlemen dan juga legislatif. Perolehan suara tidak akan diketahui secara pasti hingga Mei, namun serangkaian "penghitungan cepat" akan menunjukkan lebih awal siapa presiden terpilih," tulis ABC News.

Tak ketinggalan, media Malaysia, The Star, menyebut ratusan juta warga Indonesia akan memberikan suara dalam pemiliu hari ini. The Star memaparkan, Presiden Jokowi -pengusaha furnitur yang memasuki dunia politik 14 tahun lalu sebagai wali kota Solo- kembali melawan mantan jenderal Prabowo Subianto, yang dia kalahkan pada pemilu 2014.

"Hampir 350.000 polisi dan tentara akan bergabung dengan 1,6 juta perwira paramiliter yang ditempatkan di seluruh negeri dengan 17.000 pulau itu untuk menjaga proses pemungutan suara," demikian laporan The Star.

"Lebih dari 192 juta orang berhak memberikan suara dalam pemilihan legislatif nasional dan regional yang diperebutkan oleh lebih dari 245.000 kandidat. Tempat pemungutan suara akan dibuka pukul 07.00 dan ditutup pada pukul 13.00. Para pemilih akan menerima lima surat suara memilih presiden, wakil presiden, dan kandidat legislatif nasional dan regional," lanjut The Star.

Media itu juga menambahkan, hasil resmi pemungutan suara akan diumumkan pada Mei.


Editor : Nathania Riris Michico