MEK, Anggota Oposisi Iran yang Dilarang Memikirkan Seks agar Bisa Menang Perang

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 14 November 2019 - 16:06 WIB
MEK, Anggota Oposisi Iran yang Dilarang Memikirkan Seks agar Bisa Menang Perang

Kelompok oposisi utama Iran, Mujahideen-e-Khalq (MEK). (FOTO: GETTY IMAGES)

TEHERAN, iNews.id - Selama enam tahun, Albania menjadi tempat tinggal kelompok oposisi utama Iran, Mujahideen-e-Khalq (MEK). Namun ratusan anggotanya keluar, sebagian mengeluh karena ketatnya aturan organisasi agar mereka tetap membujang dan kontrol dalam berkomunikasi dengan keluarga.

Kini puluhan orang terdampar di ibu kota Albania, Tirana, tidak dapat kembali ke Iran atau melanjutkan kehidupan mereka.

"Saya tidak berbicara dengan istri dan anak laki-laki saya selama lebih 37 tahun. Mereka mengira saya sudah meninggal. Tetapi saya mengatakan kepada mereka, 'Tidak, saya masih hidup, saya tinggal di Albania.' Mereka menangis," kata Gholam Mirzai, seperti dilaporkan BBC, Kamis (14/11/2019).

Hubungan pertama lewat telepon dengan keluarganya sulit dilakukan pria berumur 60 tahun itu yang melarikan diri dari pemukiman gaya militer MEK di luar Tirana. Gholam Mirzai bekerja untuk militer Iran ketika ditangkap pasukan Saddam.

Selama delapan tahun, dia menjadi tawanan perang di Irak. Tawanan Iran seperti Mirzai kemudian didorong untuk bergabung dengan rekan-rekannya. Dan memang itulah yang dilakukannya.

Mirzai sekarang adalah seorang 'yang terpisah', satu dari ratusan mantan anggota MEK yang meninggalkan organisasi sejak mereka pindah ke Albania.

Karena sebagian Mujahideen ditempatkan di apartemen di pinggiran ibu kota, pengekangan organisasi itu atas anggotanya menjadi lebih longgar. Di Irak, MEK mengontrol semua aspek kehidupan.

Di Albania ada kesempatan untuk bebas sampai tahap tertentu.

"Terdapat tempat di belakang flat dimana para komandan mengatakan kami dapat berolah raga setiap hari," kata Hassan Heyrany, salah satu orang 'yang terpisah' lainnya.

"Ketika kami di Irak, jika kami ingin menelepon ke rumah, MEK menyatakan kami lemah, sehingga kami tidak berhubungan dengan keluarga kami," katanya.

"Tetapi ketika kami tiba di Tirana, kami menemukan internet untuk kepentingan pribadi."

Tahun lalu, dia meninggalkan MEK karena menolak kontrol kepemimpinan terhadap kehidupan pribadinya.

Heyrany bergabung ke MEK di umur 20-an tahun karena tertarik akan tekad organisasi bagi keberagaman politik.

"Sangat menarik. Tetapi jika Anda mempercayai demokrasi, Anda tidak dapat menekan jiwa para anggota," katanya.

Titik balik kehidupan Heyrany dengan MEK terkait dengan rapat malam hari di mana dirinya diwajibkan hadir.

"Kami memiliki buku catatan kecil dan jika kami mengalami dorongan seksual, kami harus menuliskannya. Misalnya, 'Hari ini, pagi hari, saya ereksi.'"

Hubungan percintaan dan pernikahan dilarang MEK, meskipun sebelumnya tidak demikian karena orangtua dan anak-anak sebelumnya turut bergabung ke dalam MEK. Setelah MEK mengalami kekalahan berdarah dari Iran, para pemimpinnya mengatakan hal ini terjadi karena para Mujahideen diganggu hubungan pribadi.

Kemudian terjadi perceraian massal. Anak-anak diusir -sering kali ke panti asuhan di Eropa- anggota MEK yang belum menikah bersumpah tetap akan membujang.

BBC tidak dapat menanyakan berbagai hal ini kepada MEK karena organisasi itu menolak diwawancara.

MEK adalah kelompok radikal berhaluan Islam-Marxist. Para anggotanya mendukung revolusi Iran 1979 yang menjatuhkan Shah. Tetapi hubungan dengan Ayatollah Khamenei segera memburuk. Ketika pemerintah menggerebek mereka, para Mujahideen lari untuk menyelamatkan diri mereka.

Irak memberikan perlindungan dan MEK berperang melawan negara asal mereka. Organisasi ini membela Saddam Hussein pada perang Iran/Irak (1980-1988).

Dengan bantuan dana keluarga, sebagian dari mereka membayar penyelundup manusia yang membawa mereka ke tempat lain di Eropa dan sebagian kembali ke Iran. Tetapi puluhan orang tetap berada di Tirana, tanpa kewarganegaraan dan resminya tidak dapat bekerja.

Di Albania, dunia politiknya sangat terpolarisasi. Tetapi uniknya kehadiran MEK didukung partai berkuasa maupun pihak oposisi. Albania memberikan dukungan bagi posisi kepemimpinan MEK, paling tidak terkait dengan larangan hubungan pribadi.

"Dalam keadaan ekstrem, Anda memutuskan hal yang ekstrem," kata Diana Culi, penulis, pegiat perempuan dan mantan anggota parlemen partai yang berkuasa, Partai Sosialis.

Meskipun demikian, sejumlah pihak di Albania mengkhawatirkan kehadiran MEK karena dipandang dapat mengancam keamanan nasional.

Dua diplomat Iran diusir setelah munculnya tuduhan rencana menyerang Mujahideen dan Uni Eropa menuduh Teheran berada di belakang persekongkolan membunuh musuh rezim, termasuk anggota MEK di Belanda, Denmark dan Prancis.

Seorang diplomat mengatakan sejumlah orang-orang 'yang terpisah' sudah pasti bekerja untuk Iran. Gholam Mirzai dan Hassan Heyrany dituduh MEK menjadi agen Teheran. Tetapi keduanya telah menyangkal tuduhan itu. Sekarang kedua pria itu lebih memusatkan perhatian kepada masa depan.

Dengan bantuan keluarga di Iran, Heyrany membuka kafe dan pria ini memiliki hubungan pribadi dengan seorang warga Albania.

Sementara keadaan kesehatan Gholam Mirzai memburuk. Dia menjadi pincang karena pemboman kamp MEK di Irak. Uang pria ini juga terus menipis.

Dia mendatangi Kedutaan Besar Iran di Tirana untuk mendapatkan bantuan dan keluarganya telah mendekati pemerintah Teheran.

Tetapi Gholam tidak mendengar kabar apapun. Jadi dia terus menunggu, tanpa kewarganegaraan, tanpa paspor, dan memimpikan rumahnya.


Editor : Nathania Riris Michico