Melawan, Trump Veto Keputusan Kongres Terkait Dana Tembok Perbatasan

Anton Suhartono ยท Sabtu, 16 Maret 2019 - 14:33 WIB
Melawan, Trump Veto Keputusan Kongres Terkait Dana Tembok Perbatasan

Donald Trump meneken dokumen veto (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya menandatangani dokumen veto atas keputusan Kongres demi mengamankan anggaran dana pembangunan tembok perbatasan Meksiko, Jumat (15/3/2019).

Ini merupakan veto pertama atas Kongres di masa pemerintahan Trump. Dia mengatakan bangga bisa menandatanginya.

Penandatanganan dokumen tersebut dilakukan sehari setelah para senator, termasuk dari Partai Republik, berbalik menentang penerapan status darurat nasional yang disampaikan Trump pada Februari lalu. Trump harus mengumumkan status darurat nasional demi mendapatkan dana pembangunan tembok perbatasan sebesar 5,6 miliar dolar AS karena Kongres menolak menyetujuinya.

Penandatanganan yang dilakukan di Ruang Oval, Gedung Putih, itu disaksikan para pejabat penegak hukum, pembantu seniornya, serta warga yang kehilangan kerabat mereka karena menjadi korban para imigran.

Trump mengatakan, penandatanganan dokumen veto ini menegaskan kekuatannya untuk mendapatkan dana tanpa harus melalui persetujuan Kongres. Ini dilakukan demi melindungi keselamatan semua warga AS.

"Serbuan alien ilegal harus berakhir. Orang-orang membenci kata 'invasi' tetapi itulah yang terjadi," ujarnya, dikutip dari AFP, Sabtu (16/3/2019).

Penerapan status darurat nasional memungkinkan Trump mendapatkan dana untuk pembangunan tembok perbatasan setelah gagal mendapatkan persetujuan dari Kongres.

Sementara itu Ketua DPR Nancy Pelosi mengatakan tindakan Trump itu sebagai bentuk perebutan kekuasaan tanpa hukum.

"Presiden telah memilih terus menentang Konstitusi, Kongres, dan keinginan rakyat Amerika," katanya, dalam pernyataan.

Perlawanan belum berakhir, Pelosi berencana mengenyampingkan veto ini dalam sidang pada 26 Maret 2019. Namun, cara ini cukup berat untuk bisa lolos karena harus mendapat dukungan dari dua per tiga anggota Kongres.


Editor : Anton Suhartono