Memo Dubes Inggris Bocor Lagi, Trump Disebut Gunakan Isu Iran Terkait Obama

Anton Suhartono ยท Minggu, 14 Juli 2019 - 11:42 WIB
Memo Dubes Inggris Bocor Lagi, Trump Disebut Gunakan Isu Iran Terkait Obama

Kim Darroch (Foto: AFP)

LONDON, iNews.id - Memo diplomatik dari Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat (AS) Kim Darroch kembali bocor. Ini merupakan memo kedua yang bocor dan dirilis oleh surat kabar Inggris, Mail, pada Sabtu (13/7/2019).

Dalam memo berstatus rahasia negara yang diperuntukkan untuk kantor Perdana Menteri Theresa May itu disebutkan, Presiden Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran yang diteken pada 2015 karena terkait dengan pendahulunya Barack Obama.

Seperti diketahui, hubungan Trump dan Obama tak terjalin dengan baik. Beberapa kebijakan pendahulunya itu dihapus oleh Trump, seperti kesepakatan nuklir tahun 2015 yang juga diteken bersama lima negara lainnya, yakni Rusia, China, Jerman, Prancis, dan Inggris.

"Pemerintahan diatur atas dasar vandalisme diplomatik, tampaknya karena alasan ideologis dan pribadi, itu adalah kesepakatan Obama," kata Darroch, dalam memo diplomatik yang dibuat pada Mei 2018, seperti diberitakan kembali AFP, Minggu (14/7/2019).

Memo pertama yang bocor ditulis Darroch dan diterbitkan Mail pada akhir pekan lalu, menyebabkan panasnya hubungan diplomatik antara Inggris dan AS.

Baca Juga: Inggris Selidiki Bocornya Memo Berisi Ejekan Dubes Inggris ke Pemerintahan Trump

Salah satu isi memo adalah Darroch menggambarkan Trump tidak berkompeten. Trump tidak terima dan menyebut Darroch sebagai orang bodoh dan tak akan lagi berhubungan dengannya.

Darroch lalu mengundurkan diri pada Rabu lalu dengan alasan tidak mungkin baginya untuk saat itu melanjutkan pekerjaan.

Baca Juga: Dubes Inggris untuk AS yang Mengejek Donald Trump Mengundurkan Diri

Surat kabar Sunday Times melaporkan, penyelidikan soal kebocoran oleh Kepolisian Metropolitan telah mengidentifikasi seorang pegawai negeri sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Penyelidikan yang juga melibatkan Pusat Keamanan Siber Nasional dan intelijen MI6 menyebutkan, tersangka memiliki akses ke file-file Kantor Kementerian Luar Negeri.

Selain investigasi soal kebocoran, polisi juga mencari kemungkinan pelanggaran Undang-Undang Rahasia.

Peristiwa ini memicu keluarnya ancaman dari Kepolisian Metropolitan kepada jurnalis bahwa penerbitan dokumen rahasia negara bisa terancam pidana.


Editor : Anton Suhartono