Memoar Michelle Obama: Ungkapan soal Trump dan Kehidupan Pernikahannya

Nathania Riris Michico ยท Minggu, 11 November 2018 - 06:27 WIB
Memoar Michelle Obama: Ungkapan soal Trump dan Kehidupan Pernikahannya

Memoar Michelle Obama berjudul "Becoming". (Foto: doc. Viking)

WASHINGTON, iNews.id - Mantan Ibu Negara Amerika Serikat (AS) Michelle Obama baru saja merilis memoarnya, yang mengungkapkan bahwa dia tidak akan pernah memaafkan Donald Trump karena membahayakan keselamatan keluarganya.

Dalam buku itu, Michelle juga mengisahkan hubungan pernikahan dan kehamilannya.

Setelah dirilis, ibu negara keturunan Afrika pertama itu akan tur ke 10 kota untuk mempromosikan buku 426 halaman tersebut. Berikut beberapa bocoran soal isi memoar Michelle Obama.

1. Kata Michelle tentang Donald Trump

Dalam buku Becoming, Michelle Obama mengatakan dia tidak pernah memaafkan Presiden Trump karena memperjuangkan teori bahwa suaminya tidak lahir di AS, berdasarkan ringkasan yang diperoleh oleh media AS.

"Seluruh hal (kelahiran) itu gila dan kejam, tentu saja, kefanatikan dan xenofobia yang mendasari hal itu hampir tidak dapat disembunyikan," tulisnya.

"Bagaimana jika seseorang yang jiwanya tak stabil pergi ke Washington membawa senjatanya? Bagaimana jika orang itu mencari anak-anak perempuan kami? Donald Trump, dengan sindirannya yang lantang dan sembrono, membahayakan keselamatan keluarga saya. Dan untuk ini saya akan tidak akan pernah memaafkannya."

Dia juga mengaku terkejut atas kemenangan Trump dalam pilpres AS dan berusaha untuk tidak terpengaruh dengan hal itu.

Sebelum meninggalkan Gedung Putih ke Paris pada Jumat (9/11/2018), Trump merespons beberapa kutipan dari buku Michelle Obama.

"Michelle Obama mendapat banyak uang untuk menulis sebuah buku dan mereka selalu memaksa Anda muncul dengan hal kontroversi. Saya akan memberikan beberapa pada Anda," ujar Trump.

"Saya tidak akan pernah memaafkannya atas apa yang dia lakukan pada militer Amerika Serikat karena tidak mendanainya dengan benar," kata Trump, mengacu pada pendahulunya, Barack Obama.

"Apa yang dia lakukan pada militer kita membuat negara ini sangat tidak aman," lanjutnya.

2. Kata Michelle tentang kehamilannya

Michelle yang merupakan mantan pengacara sekaligus administrator rumah sakit, mengatakan kepada stasiun TV AS, ABC, bahwa setelah kegugurannya, dia merasa gagal.

"Saya merasa gagal karena saya saat itu tidak tahu bahwa keguguran adalah hal umum adalah karena kita tidak berbicara tentang hal itu," kata dia.

"Kita merasakan kesakitan kita sendiri, berpikir bahwa kita rusak," katanya.

"Penting untuk berbicara ke para ibu muda tentang fakta bahwa keguguran biasa terjadi".

Michelle mengatakan, saat berusia sekitar 34 tahun, dia menyadari bahwa jam biologis itu nyata dan "produksi sel telur itu terbatas. Hal inilah yang membuatnya memutuskan untuk melakukan fertilisasi in vitro.

"Saya pikir hal terburuk yang dapat kita lakukan kepada satu sama lain sebagai perempuan, adalah tidak berbagi kebenaran tentang tubuh kita dan bagaimana mereka bekerja," kata Michelle, kepada Robin Roberts dari Good Morning America di ABC.

3. Kata Michelle tentang pernikahannya

Michelle Obama mengungkapkan hubungannya sebagai suami-istri kadang-kadang bergolak, terutama setelah suaminya masuk badan legislatif negara bagian, meninggalkannya di rumah sendiri dan terpaksa menyuntik IVF sendiri.

"Konseling pernikahan bagi kami adalah salah satu cara di mana kami belajar bagaimana membicarakan perbedaan kami," katanya, kepada ABC.

"Saya tahu terlalu banyak pasangan muda yang berjuang dan berpikir bahwa ada yang salah dengan mereka. Dan saya ingin mereka tahu bahwa Michelle dan Barack Obama, yang memiliki pernikahan yang fenomenal dan yang saling mencintai, kami mengusahakan pernikahan kami."

"Dan kami mencari bantuan atas pernikahan kami ketika kami membutuhkannya."

Dia juga menggambarkan jatuh cinta dengan Obama pada suatu malam pada musim panas di Chicago.

"Segera setelah saya membiarkan diri saya membuka diri untuk Barack," tulisnya, "perasaan itu datang mendadak, ledakan nafsu, syukur, kepuasan, dan keajaiban."


Editor : Nathania Riris Michico