Menara Katedral Notre Dame Runtuh, Warga Paris Menangis Berpelukan

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 16 April 2019 - 09:40 WIB
Menara Katedral Notre Dame Runtuh, Warga Paris Menangis Berpelukan

Warga yang berada di dekat lokasi kebakaran Katedral Notre Dame bersedih atas musibah yang menimpa salah satu ikon kota Paris ini, Senin (15/4). (foto: AFP)

PARIS, iNews.id - Warga negara Indonesia (WNI) bernama Narizza Septianti baru saja melintasi jalan tepat di depan Katedral Notre Dame di Paris pukul 18.00 waktu setempat. Jalanan macet total karena jam sibuk di mana warga bergegas pulang ke rumah.

Tidak ada indikasi akan terjadi sesuatu pada gereja yang dibangun pada 1163 tersebut.

"Turis memang membludak di depan Notre Dame dan jalanan memang macet tadi. Tapi tidak keliatan asap atau apa pun. Baru pukul 18.50 asap mulai terdeteksi dan area itu ditutup," ujar Narizza, kepada VOA melalui telepon, Selasa (16/4/2019).

BACA JUGA: Kebakaran Luluhlantakkan Katedral Bersejarah Notre Dame di Paris

Api dengan cepat melalap bangunan tua yang umumnya terbuat dari kayu itu. Tim petugas pemadam kebakaran dan aparat keamanan langsung menutup lokasi, dan meminta semua orang menjauhi kawasan gereja yang dinilai sebagai salah contoh terbaik arsitektur Prancis itu.

Katedral Notre Dame dikenal sebagai karya seni yang tak ternilai, yang diabadikan dalam banyak karya literatur, musik dan film, termasuk novel Victor Hugo 1831 berjudul "The Hunchback of Notre Dame."

BACA JUGA: Katedral Notre Dame Terbakar, Warga Paris: Ini Saatnya untuk Berdoa

"Bagian yang kebakaran itu terutama menara gereja yang sedang menjalani renovasi. Tidak tahu apa penyebabnya. Kami warga lokal menangis melihat api menghanguskan Notre Dame, apalagi ketika puncak menara runtuh," tuturnya.

"Sebagian warga menangis berpelukan ketika melihat tower setinggi 130 meter itu runtuh disertai bunyi 'kraaak' dan suara api. Sedih sekali,” ujar Narizza, warga Indonesia yang sudah sembilan tahun bermukim di Paris.

BACA JUGA: Katedral Notre Dame Terbakar, Ini Ungkapan Sedih Presiden Macron

Dia menyebut, kebakaran berlangsung sangat cepat.

"Mungkin karena ini semua terbuat dari kayu. Apalagi petugas pemadam katanya sulit mencapai ke atas."

Hingga laporan ini diturunkan, belum diketahui penyebab kebakaran. Namun media-media di Prancis, mengutip pernyataan beberapa petugas pemadam kebakaran, mengatakan musibah ini diduga terkait dengan proyek renovasi bernilai enam juta euro atau sekitar 6,8 juta dolar Amerika yang sedang dilakukan.

BACA JUGA: Gereja Notre Dame Terbakar, Trump: Tuhan Memberkati Warga Prancis!

Sekitar 400 petugas pemadam kebakaran masih berjuang memadamkan api hingga jauh malam.

"Yang sangat menyedihkan kebakaran ini terjadi kurang dari satu pekan sebelum Paskah, di tengah Pekan Suci. Apalagi ini tempat bersejarah, salah satu gereja tertua di Paris, tempat melting pot warga lokal dan turis," ujar Narizza, yang bekerja di bidang audio-visual.

Presiden Perancis Emmanuel Macron membatalkan pidato penting menanggapi demonstrasi rompi kuning yang sedianya disampaikan kepada publik pada Senin malam. Dia langsung menuju ke lokasi kebakaran dan ikut rapat bersama otoritas terkait di markas polisi yang terletak di dekat lokasi itu.

Associated Press melaporkan, Macron menilai musibah ini sebagai darurat nasional.

"Saya ingin menyampaikan kepada Anda semua dengan sungguh-sungguh malam ini. Katedral ini akan kita bangun kembali. Ini adalah bagian dari takdir kita di Prancis, ini akan menjadi proyek kita selama bertahun-tahun ke depan,” ujar Macron menyemangati warga.


Editor : Nathania Riris Michico