Menhan AS Enggan Sebut Penembakan Militer Saudi terhadap Tentara AS sebagai Terorisme

Anton Suhartono ยท Minggu, 08 Desember 2019 - 11:05 WIB
Menhan AS Enggan Sebut Penembakan Militer Saudi terhadap Tentara AS sebagai Terorisme

Mark Esper (Foto: AFP)

SIMI VALEY, iNews.id - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper menegaskan sampai saat ini tak ada rencana untuk menyebut penembakan di Pangkalan Angkatan Laut Pensacola, Florida, sebagai aksi terorisme.

Insiden yang terjadi pada Jumat (6/12/2019) pagi itu menewaskan tiga tentara AS dan melukai 12 lainnya. Pelaku ditembak mati petugas.

Seorang personel Angkatan Udara Arab Saudi yang tengah mengikuti pelatihan di Florida merupakan pelakunya.

“Tidak, saya tidak bisa mengatakan terorisme untuk saat ini,” kata Esper, di acara Forum Pertanahan Nasional Reagan, dikutip dari Reuters, Minggu (8/12/2019).

Sebuah kelompok yang memantau aktivitas ekstremisme online, SITE Intelligence Group, mengungkap, pelaku sebelumnya mengunggah kritikan atas perang AS serta mengutip pernyataan pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden di media sosial beberapa jam sebelum beraksi.

Otoritas AS belum mengungkap identitas pelaku secara resmi, namun seorang pejabat yang meminta namanya disembunyikan, menyebut pelaku sebagai Mohammed Saeed Alshamrani.

Alshamrani merupakan personel Angkatan Udara Saudi berpangkat Letnan II. Dia berada di AS untuk mengikuti pelatihan di sekolah penerbangan Naval Air Station Pensacola. Dia ikut pelatihan sejak Agustus 2017 dan dijadwalkan selesai pada Agustus 2020.

SITE Intelligence Group menyatakan Alshamrani pernah memposting manifesto singkat di Twitter.

“Saya menentang kejahatan, dan Amerika sebagai keseluruhan telah berubah menjadi sebuah negara jahat," tulis Alshamrani.

"Saya tidak menentang Anda karena menjadi warga Amerika, saya tidak membenci Anda karena kebebasa, saya membenci Anda karena setiap hari Anda mendukung, mendanai, dan melakukan kejahatan tidak hanya terhadap muslim, tapi juga terhadap kemanusiaan," tuturnya.

Para penyidik masih mendalami apakah manifesto itu benar ditulis oleh Alshamrani atau bukan.


Editor : Anton Suhartono