Mesir Gerebek Kantor Berita Anadolu dan Tangkap 4 Warga, Turki Murka

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 16 Januari 2020 - 08:40 WIB
Mesir Gerebek Kantor Berita Anadolu dan Tangkap 4 Warga, Turki Murka

Anggota pasukan khusus polisi Mesir berjaga-jaga di Tahrir Square, Kairo, 25 Januari 2016. (FOTO: AFP Photo)

KAIRO, iNews.id - Mesir menangkap empat karyawan kantor berita negara Turki, Anadolu, Rabu (15/1/2020). Penangkapan dilakukan setelah penggerebekan di kantor Anadolu di Kairo di tengah meningkatnya ketegangan antara dua negara.

Polisi Mesir menggeledah kantor Anadolu Kairo, sebelum secara resmi menangkap empat karyawan: satu orang Turki dan tiga warga Mesir.

Warga Turki, Hilmi Balci, bertanggung jawab atas tugas keuangan dan administrasi untuk kantor tersebut.

Turki memanggil petugas berwenang Mesir pada Rabu untuk memprotes serangan itu.

"Ini adalah tindakan pelecehan dan intimidasi terhadap pers Turki dan kami sangat mengutuknya," demikian pernyataan kementerian luar negeri Turki, seperti dilaporkan AFP, Kamis (16/1/2020).

"Kami berharap pemerintah Mesir segera membebaskan karyawan (Anadolu)," kata dia.

Pemerintah Turki dan Mesir adalah saingan sengit, sebab Turki sangat mendukung pemerintahan Ikhwanul Muslimin Mesir yang digulingkan oleh kudeta militer pada 2013.

Mereka berada di pihak yang berlawanan terkait konflik Libya, di mana Turki mendukung pemerintah di Tripoli, yang dikepung oleh jenderal militer Khalifa Haftar, yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab.

Anadolu menyatakan, polisi menyerbu kantor mereka pada Selasa malam, mematikan kamera pengintai, dan memutus internet. Disebutkan, karyawan yang ditangkap tidak memiliki akses ke pengacara mereka.

"Langkah bermusuhan yang diambil oleh penguasa Mesir terhadap anggota staf Badan Anadolu adalah tanda ketidakberdayaan mereka," kata Fahrettin Altun, juru bicara kepresidenan Turki.

Amerika Serikat (AS), sekutu kedua negara, menyebut pihaknya sudah melihat laporan momen tersebut.

"Jika benar, kami meminta pemerintah Mesir membebaskan para jurnalis yang ditahan dan memungkinkan pers yang bebas dan terbuka di Mesir," kata seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS

AS memiliki ikatan kuat dengan jenderal Mesir yang menjadi presiden, Abdel Fattah Al Sisi.

Editor : Nathania Riris Michico