Meski Dibela Mantan Istri, Pria AS yang Bunuh 5 Anaknya Dihukum Mati

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 14 Juni 2019 - 10:09 WIB
Meski Dibela Mantan Istri, Pria AS yang Bunuh 5 Anaknya Dihukum Mati

Timothy Ray Jones dalam sidang di pengadilan Lexington, 4 Juni lalu. (FOTO: CBS)

NEW YORK, iNews.id - Seorang pria di Amerika Serikat (AS) yang membunuh lima anaknya akan dieksekusi mati. Dia divonis mati meski ibu dari anak-anak tersebut memohon pengadilan tidak menjatuhkan hukuman mati terhadap mantan suaminya.

Ini merupakan hukuman mati pertama di South Carolina sejak 2011.

Vonis ini diputuskan setelah jaksa berargumen bahwa kehidupan penjara dengan senang hati mengirim "Timmy ke kamarnya".

Sebelumnya, dalam persidangan yang digelar di South Carolina, AS, Amber Kyzer mengatakan bahwa mantan suaminya, Tim Jones Jr, tidak menunjukkan belas kasihan sama sekali kepada anak-anak mereka.

"Namun anak-anak saya mencintainya," kata Kyzer, seperti dikutip BBC, Jumat (14/6/2019).

Seandainya panel juri Lexington County yang terdiri dari tujuh pria dan lima perempuan tidak dapat mencapai keputusan dengan suara bulat, Jones hanya akan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Namun, para juri sepakat bahwa Jones harus dijatuhi hukuman mati setelah sekitar dua jam bermusyawarah.

BACA JUGA: Wanita AS Mohon Pengadilan Tak Hukum Mati Mantan Suami yang Bunuh 5 Anaknya

Dalam penentuan hukuman, juri meminta Jones mengingat cara pembunuhan keji yang dilakukan terhadap anak-anaknya, yang berusia antara satu hingga delapan tahun.

Jones mengaku menghukum salah satu anak balitanya karena melakukan kesalahan, hingga akhirnya dia pingsan dan meninggal.

Dia mencekik empat lainnya, kemudian berkeliling tanpa tujuan selama empat hari dengan jenazah lima anaknya di dalam mobil dan membuangnya ke pinggiran Alabama.

Selama persidangan, ayah, ibu tiri, saudara perempuan, dan dua saudara Jones, membelanya dan meminta pengadilan untuk meringankan hukumannya.

Dalam persidangan, ayah Jones melepas bajunya untuk menunjukkan tato bergambar cucu-cucunya yang terbunuh.

Sang mantan istri, Amber Kyzer, juga memohon kepada panel juri dalam sidang agar tidak menjatuhkan hukuman mati terhadap mantan suami yang membunuh lima anak mereka.

Kyzer mengatakan kepada para juri bahwa dia menentang hukuman mati sepanjang hidupnya.

Dia menambahkan, meskipun kadang-kadang berharap sistem hukum akan "menghukum berat" mantan suaminya, pada akhirnya dia tidak akan memilih untuk memberikan hukuman mati kepada pria tersebut.

"Dia tidak menunjukkan belas kasihan kepada anak-anak saya dengan cara apa pun," katanya.

"Namun anak-anak saya mencintainya dan jika saya berbicara atas nama anak-anak saya dan bukan saya sendiri, itulah yang harus saya katakan."

Bagaimanapun, Kyzer menambahkan, dia akan menghormati keputusan apa pun yang dipilih oleh juri. Dia dipanggil untuk memberikan bukti di pengadilan oleh pengacara Jones.

Pasangan itu menikah enam pekan setelah pertemuan mereka pada 2014, ketika keduanya bekerja di taman hiburan anak-anak di daerah Chicago.

Namun, dalam kesaksiannya Mei lalu, Kyzer menuturkan bahwa pernikahan itu menjadi hambar ketika Jones menjadi sangat taat beragama, menuntut perempuan untuk "dilihat dan tidak didengar".

Ketika akhirnya bercerai setelah menikah selama sembilan tahun, Kyzer memberikan hak asuh kepada Jones sebab dia memiliki pekerjaan mapan sebagai insinyur komputer Intel dengan kekayaan 80.000 dolar AS atau sekitar Rp1,1 miliar dan sebuah mobil.


Editor : Nathania Riris Michico