Miris, Perempuan Hamil Meninggal dalam Perjalanan ke RS karena Ambulans Kehabisan Bensin

Anton Suhartono ยท Senin, 07 Oktober 2019 - 13:39 WIB
Miris, Perempuan Hamil Meninggal dalam Perjalanan ke RS karena Ambulans Kehabisan Bensin

Perempuan hamil di India meninggal karena ambulans yang membawanya kehabisan bensin (Foto: India Today)

NEW DELHI, iNews.id - Peristiwa memilukan terjadi di Baripada, Negara Bagian Odisha, India, Jumat (4/10/2019). Seorang perempuan hamil meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit, setelah ambulans yang membawanya mogok lantaran kehabisan bensin.

Korban, diketahui bernama Tulsi Munda, dibawa ke rumah sakit pemerintah di Odisha setelah klinik pertama yang merawatnya tak bisa menangani. Perempuan itu memerlukan tindakan medis lanjutan akibat permasalahan pada kandungannya.

Dikutip dari IANS, Senin (7/10/2019), ambulans tersebut membawa pasien ke Pandit Raghunath Murmu Medical College and Hospital (PRMMCH) pada Jumat malam.

Tulsi mulanya dibawa ke Bangiriposhi Community Health Centre oleh suaminya, Chittaranjan, setelah mengeluh sakit perut pada malam itu.

Di klinik tersebut kondisi Tulsi kritis dan membutuhkan tindakan medis lanjutan. Namun karena peralatan di sana tak memadai, dokter merujuknya ke rumah sakit pemerintah.

Dalam perjalanan itulah ambulans kehabisan bahan bakar, tepatnya di pinggir Kota Baripda. Mobil ambulans pengganti baru tiba 45 menit kemudian.

"Ambulans kehabisan bensin di tengah perjalanan lalu petugas dari ASHA memanggil ambulans pengganti dan tiba hampir 1 jam. Ketika tiba di rumah sakit, para dokter mengatakan istri saya sudah meninggal," kata Chittaranjan.

Menurut informasi dinas kesehatan setempat, bensin di ambulans sebenarnya cukup untuk membawa Tulsi sampai rumah sakit. Namun ada masalah teknis yakni kebocoran selang yang membuat bahan bakar habis.

"Menurut pengemudi ambulans, selang bensin kendaraan bocor dalam perjalanan ke rumah sakit. Namun, saya akan menyelidiki masalah ini dan mengambil tindakan yang tepat," kata Pradip Kumar Mohapatra, kepala dinas kesehatan distrik setempat.

Editor : Anton Suhartono