Miris, Ratusan Hewan Peliharaan Mati Ditelantarkan akibat Lockdown Virus Corona

Anton Suhartono ยท Selasa, 07 April 2020 - 14:39 WIB
Miris, Ratusan Hewan Peliharaan Mati Ditelantarkan akibat Lockdown Virus Corona

Ratusan hewan peliharaan di pasar satwa Karachi, Pakistan, ditemukan mati akibat ditelantarkan terkait lockdown virus corona (Foto: AFP)

KARACHI, iNews.id - Ratusan ekor hewan peliharaan yang dijual di pasar satwa di Karachi, Pakistan, mati setelah kota tersebut di-lockdown terkait wabah virus corona. Hewan yang mati adalah kucing, kelinci, dan anjing.

Kasus ini diketahui setelah para aktivis satwa diberi izin oleh petugas keamanan unuk masuk Pasar Permaisuri.

Hewan yang mati merupakan sebagian besar yang dijual di pasar tersebut. Sebagian yang masih hidup diselamatkan para pemilik dan aktivis dalam kondisi mengenaskan.

Pasar Permaisuri ditutup sejak 2 pekan lalu setelah pemerintah memberlakukan lockdown di Karachi untuk menekan penyebaran Covid-19. Selama itu pula hewan-hewan peliharaan telantar karena tidak bisa diberi makan dan minum yang layak. Pemilik pun tak bisa mengakses kios-kios mereka.

Seorang aktivis dari ACF Animal Rescue Ayesha Chundrigar mengatakan, dia bisa mendengar hewan-hewan di dalam berteriak. Ada sekitar 1.000 hewan di dalam pasar tersebut.

“Saat kami masuk, sebagian besar sudah mati, sekitar 70 persen. Bangkai mereka bergelatakan di lantai. Ini sungguh mengerikan, saya tak bisa menceritakannya kepada Anda,” ujarnya kepada AFP, Selasa (7/4/2020).

Bangkai-bangkai tersebut ditemukan dalam kondisi kurus di dalam kandang tanpa cahaya atau ventilasi. Satwa yang hidup tampak tak berdaya berada di antara banyak bangkai.

Saat kasus virus corona di Pakistan meningkat, kota-kota besar Pakistan di-lockdown sehingga memaksa banyak toko tutup. Hanya toko yang menjual barang-barang penting seperti makanan dan obat-obatan diizinkan tetap beroperasi.

Kondisi ini membuat pemilik toko hewan peliharaan tak bisa menjalankan bisnis mereka. Beberapa di antaranya terpaksa menyelinap di malam hari untuk memberi makan hewan.

Setelah kasus ini terungkap, Chundrigar meyakinkan otoritas Karachi agar para pmilik dan aktivis diberi izin untuk mengakses pasar sehingga hewan peliharaan yang tersisa bisa diselamatkan.

Kondisi serupa terjadi di Kota Lahore, banyak hewan peliharaan ditemukan mati. Sekitar 20 bangkai anjing dibuang di selokan dekat Pasar Tollinton, pusat bisnis hewan peliharaan yang telah ditutup akibat lockdown.

Pakistan sejauh ini mengonfirmasi lebih dari 2.900 kasus virus corona, sebanyak 45 di antaranya meninggal.

Editor : Anton Suhartono