Muslim Prancis Gugat Facebook dan YouTube soal Video Penembakan Masjid

Anton Suhartono ยท Selasa, 26 Maret 2019 - 11:23 WIB
Muslim Prancis Gugat Facebook dan YouTube soal Video Penembakan Masjid

Cuplikan video yang disiarkan Brenton Tarrant saat beraksi di Masjid An Nur Chirschurch (Foto: Live24/Facebook)

PARIS, iNews.id - Organisasi Islam di Prancis, French Council of the Muslim Faith (CFCM), menggugat Facebook dan YouTube terkait video penembakan dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada 15 Maret lalu.

Mereka menuduh platform media sosial itu telah menghasut kekerasan dengan mengizinkan pelaku pembantaian muslim, Brenton Tarrant, melakukan livestreaming. Di samping itu, dua platform tersebut juga menjadi media penyebaran video kekerasan terhadap muslim.

Dikutip dari Reuters, Selasa (26/3/2019), CFCM menyatakan, Facebook dianggap telah menyebarkan materi yang mendorong terorisme dan merusak martabat kemanusiaan.

Presiden unit pemantauan Islamofobia CFCM, Abdallah Zekri, mengatakan, organisasinya melayangkan gugatan itu melalui perwakilan Facebook dan YouTube di Prancis.

Sejauh ini belum ada pernyataan dari dua perusahaan Amerika Serikat (AS) terkait gugatan CFCM.

Penembakan di dua masjid Selandia Baru pada 15 Maret yang menewaskan 50 orang, disiarkan langsung di Facebook oleh Tarrant selama 17 menit, kemudian dikopi oleh pengguna lain dan dibagikan ke berbagai platform media sosial dan situs web.

Facebook mengklaim telah berusaha keras untuk menghapus jutaan video.

Beberapa jam setelah serangan, rekaman masih dapat ditemukan di Facebook, termasuk platform layanan pesan singkat WhatsApp. Video juga masih ditemukan di Twitter dan YouTube.

Selain muslim Prancis, banyak pihak lainnya mengecam kedua Facebook dan YouTube.

Ketua Komite DPR AS untuk Keamanan Dalam Negeri pada pekan lalu menulis surat kepada CEO empat perusahaan teknologi besar yang isinya mendesak mereka untuk bekerja lebih baik dalam menghapus konten yang kejam.


Editor : Anton Suhartono