Netanyahu: Israel Harusnya Tak Diseret ke Dalam Konflik AS-Iran

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 07 Januari 2020 - 12:21 WIB
Netanyahu: Israel Harusnya Tak Diseret ke Dalam Konflik AS-Iran

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: Anadolu Agency)

YERUSALEM, iNews.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa negaranya seharusnya tidak diseret ke dalam konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Saat memimpin rapat kabinet keamanan, Netanyahu mengatakan pembunuhan Jenderal Iran Qassem Soleimani dilakukan oleh AS dan menekankan bahwa negaranya tidak terlibat.

Soleimani, komandan Pasukan Quds dari Garda Revolusi Islam; bersama komandan senior pasukan Hashd Al Shaabi Irak, Abu Mahdi Al Muhandis; serta delapan orang lainnya terbunuh ketika sebuah drone AS menyerang konvoi mereka di dekat bandara Baghdad pada Jumat pagi.

Dilaporkan Anadolu, Selasa (7/1/2020), Netanyahu juga mendesak para menterinya menegaskan kembali dukungan Israel terhadap hak AS membela diri ketika berbicara kepada media.

Menurut laporan Channel 13, selama pertemuan tersebut, para pejabat tinggi intelijen Israel meyakinkan para menteri bahwa kemungkinan serangan balasan oleh Iran terhadap Israel rendah karena negara itu tetap menjaga jarak dengan insiden itu.

Pembunuhan Soleimani meningkatkan ketegangan antara AS dan Iran secara dramatis, meskipun selama ini hubungan kedua negara memanas sejak 2018, ketika Presiden Donald Trump memutuskan untuk menarik AS secara sepihak dari pakta nuklir 2015.

Iran bersumpah membalas dendam atas pembunuhan Soleimani dan mengumumkan mereka akan berhenti mematuhi perjanjian nuklir 2015.

Trump kemudian mengancam akan menargetkan 52 lokasi budaya di Iran.

Sampai saat ini Trump belum membuka kepada publik data-data intelijen yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan pembunuhan terhadap Soleimani.


Editor : Nathania Riris Michico