Organisasi HAM Pertanyakan Kesungguhan Saudi Hapus Hukuman Mati Pelaku Kejahatan di Bawah Umur

Anton Suhartono · Senin, 18 Januari 2021 - 13:36:00 WIB
Organisasi HAM Pertanyakan Kesungguhan Saudi Hapus Hukuman Mati Pelaku Kejahatan di Bawah Umur
Organisasi HAM pertanyakan kesungguhan Arab Saudi hapus hukuman mati bagi pelaku kejahatan di bawah umut (Foto: AFP)

DUBAI, iNews.id - Organisasi hak asasi manusia (HAM) internasional mempertanyakan keseriusan Arab Saudi menghapus hukuman mati bagi pelaku kejahatan di bawah umur. Status terpidana hukuman mati lima orang pelaku kejahatan di bawah umur sampai saat ini belum dicabut, meski Saudi sudah mengumumkannya tahun lalu.

Dua organisasi HAM menyatakan, 9 bulan setelah Komisi Hak Asasi Manusia (HRC) Arab Saudi mengumumkan diakhirinya hukuman mati untuk pelaku kejahatan di bawah umur pada April 2020, status terhadap lima terpidana belum dicabut sampai sekarang. 

Sebagia gantinya mereka akan dihukum penjara maksimal 10 tahun di pusat penahanan remaja.

Pernyataan HRC itu memang tidak menyebut kapan status terpidana mati akan dicabut. Namun pada Oktober 2020, setelah ada desakan dari Human Rights Watch (HRW), HRC menyatakan pencabutan status akan dilakukan segera.

Namun sejauh ini tidak ada pemberitaan di media pemerintah mapun publikasi lain yang mengumumkan pencabutan status tersebut.

Pada Desember, kantor berita pemerintah SPA menerbitkan daftar peristiwa penting pada 2020 yang menampilkan beberapa keputusan kerajaan, namun tak memasukkan soal penghentian hukuman mati.

Organisasi HAM seperti kelompok penentang hukuman mati Reprieve, HRW, Organisasi Eropa-Saudi untuk Hak Asasi Manusia (ESOHR), serta anggota parlemen Amerika Serikat menyampaikan kekhawatiran bahwa celah hukum Saudi memungkinkan hakim untuk menjatuhkan hukuman mati kepada pelaku kejahatan di bawah umur.

Editor : Anton Suhartono

Halaman : 1 2