Palestina Pastikan Tak Akan Hadiri Konferensi Perdamaian yang Digelar AS

Anton Suhartono ยท Kamis, 23 Mei 2019 - 10:02 WIB
Palestina Pastikan Tak Akan Hadiri Konferensi Perdamaian yang Digelar AS

Presiden Mahmoud Abbas menegaskan penolakan terhadap proposal perdamaian dari AS (Foto: AFP)

TEPI BARAT, iNews.id - Para pemimpin Palestina memastikan tidak akan hadir dalam konferensi perdamaian Israel-Palestina di Bahrain. Acara ini digagas oleh Amerika Serikat (AS).

Gedung Putih mengumumkan akan menggelar konferensi di Manama pada 25 dan 26 Juni membahas proposal perdamaian Israel-Palestina yang baru, di samping mengulas aspek ekonomi untuk Palestina.

Dalam pernyataannya, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menyatakan belum diinformasikan tentang acara tersebut dan memastikan tidak akan menghadirinya.

"Palestina tidak akan hadir dalam pertemuan di Manama. Ini sikap bersama Palestina, mulai dari Presiden Mahmoud Abbas, Komite Eksekutif PLO, sampai seluruh faksi politik Palestina, tokoh nasional, swasta, serta masyarakat," bunyi perenyataan PLO, dikutip dari AFP, Kamis (23/5/2019).

Sementara itu Gedung Putih sejauh ini belum memberikan perincian mengenai siapa saja yang diundang ke konferensi. Namun sejumlah pengusaha terkemuka Palestina mengaku sudah menerima pemberitahuan dan mereka menolak undangan tersebut.

Palestina telah peran AS sejak Presiden Donald Trump mengumumkan pengakuan bahwa Yerusalem ibu kota Israel pada Desember 2017. Palestina menganggap Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menganggap AS sudah menunjukkan sikap keberpihakan terhadap Israel sehingga tak akan bisa menjadi penengah yang adil.

Dalam konferensi itu, pemerintahan Trump diperkirakan akan membeberkan proposal perdamaian Israel-Palestina yang baru.


Editor : Anton Suhartono