Pangeran MBS: Dunia Internasional Perlu Ambil Sikap Tegas Atas Iran

Nathania Riris Michico ยท Senin, 17 Juni 2019 - 08:58 WIB
Pangeran MBS: Dunia Internasional Perlu Ambil Sikap Tegas Atas Iran

Putra mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman (MBS). (FOTO: Getty Images/doc. Youtube/BBC)

RIYADH, iNews.id - Putra mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman (MBS) menegaskan dirinya mendukung penerapan kembali sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.

Dia juga berharap, rezim Iran memilih untuk menjadi negara "normal" dan menghentikan kebijakan yang bermusuhan.

MBS juga mengungkapkan, Arab Saudi tidak menginginkan perang di kawasan itu. Tetapi, dia menekankan, pihaknya tidak akan ragu-ragu menghadapi ancaman apa pun terhadap rakyat Saudi, kedaulatan, dan kepentingan vital negaranya.

"Prioritas kami adalah kepentingan nasional kami dan mencapai aspirasi rakyat kami melalui tujuan ekonomi, sosial, pembangunan, dan visi reformasi ekonomi dan sosial Kerajaan tahun 2030. Ini menuntut lingkungan yang stabil dan kompetitif di dalam Kerajaan dan wilayah. Inilah sebabnya mengapa Anda akan menemukan bahwa peran Kerajaan, baik di kawasan itu, Afrika Utara, Tanduk Afrika atau daerah lain, mendukung stabilitas dan perdamaian,” ujar MBS, dalam wawancara khusus dengan koran Asharq Al Awsat, seperti dikutip Senin (17/6/2019).

MBS, yang juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Arab Saudi, mengkritik Iran karena menggunakan manfaat ekonomi kesepakatan nuklir untuk mendukung tindakan bermusuhan di kawasan Timur Tengah.

"Serangan terhadap tanker minyak di Teluk, fasilitas minyak di Kerajaan, dan bandara Abha menggarisbawahi pentingnya permintaan kami di hadapan masyarakat internasional untuk mengambil sikap tegas terhadap rezim ekspansionis yang telah mendukung terorisme dan menyebarkan kematian dan kehancuran selama beberapa dekade terakhir. Tidak hanya di wilayah ini, tetapi juga di seluruh dunia," paparnya.

Kendati demikian, MBS menegaskan, Kerajaan Saudi akan terus mengulurkan tangan untuk perdamaian dengan Iran guna menghindari perang dan kehancuran di wilayah itu.

Negaranya, kata dia, bahkan mendukung perjanjian nuklir dengan Iran, karena sepanjang sejarah Arab Saudi tidak pernah terhindar dari upaya untuk menyelesaikan krisis melalui cara diplomatik dan damai.

"Kami berharap bahwa rezim Iran akan mengambil keuntungan dari inisiatif ini untuk mengubah perilakunya terhadap negara-negara di kawasan itu dan melihatnya sebagai langkah pertama menuju kembalinya Iran ke komunitas internasional sebagai negara normal," kata dia, menambahkan.


Editor : Nathania Riris Michico