Pangeran William Unjuk Kemampuan Terbangkan Helikopter Ambulans

Anton Suhartono ยท Kamis, 10 Januari 2019 - 19:35 WIB
Pangeran William Unjuk Kemampuan Terbangkan Helikopter Ambulans

Pangeran William terbangkan helikopter Ambulance Air London (Foto: Twitter/Kensington Palace)

LONDON, iNews.id - Lama tak menerbangkan pesawat, Pangeran William menunjukkan kemampuan membawa helikopter Ambulance Air London di London, Inggris, Rabu (9/1/2019).

Dia menerbangkan helikopter ambulans dari Istana Kensington menuju rumah sakit didampingi pilot berpengalaman dari Ambulance Air London, Neil Jeffers. Aksi itu sekaligus menandai penujukan William sebagai pelindung Ambulance Air London di ulang tahun ke-30.

Helikopter lebih dulu menjemput Pangeran William dari kediamannya di Istana Kensington. Dari sana, William mengambil alih kemudi dan menerbangkannya menuju Royal London Hospital.

Tentunya ini bukan pengalaman pertama William menerbangkan helikopter ambulans. Dia pernah mengabdi untuk East Anglia Air yang beroperasi di timur London. Namun tugas itu hanya dilakoninya sampai 2017 karena kesibukan William menjalankan tugas kerajaan.

"Melalui dukungannya, kami ingin meningkatkan kesadaran mengenai misi penyelamatan yang kami lakukan dengan Air Ambulance di seluruh Inggris," kata CEO Air Ambulance Charity, Jonathan Jenkins, dalam pernyataan.

Sementara itu, Jeffers mengungkap pengalaman bagaimana duduk di bangku kopilot. Dia menyebut William sebagai pilot luar biasa.

Di rumah sakit, pria pewaris kedua takhta kerajaan Inggris itu mengunjungi pilot-pilot Ambulance Air London, paramedis, staf lainnya.

Para staf lalu memberinya hadiah helikopter mainan.

"Helikopter (mainan) ini akan mendarat dengan baik, Louis akan mengunyahnya dalam waktu singkat," canda William, merujuk pada putranya berusia 8 bulan.

Air Ambulance London beroperasi bergantung pada penggalangan dana dan sumbangan publik untuk dokter, pilot, paramedis, dan lainnya. Mereka bekerja sebagai first responder di London.

Pada 2017, dokter dan paramedis merawat hampir 1.800 pasien. Sebagian besar merupakan pasien kecelakaan lalu lintas, korban penusukan, penembakan, serta tertabrak kereta.


Editor : Anton Suhartono