Papan Iklan Tampilkan Pistol sebagai Hadiah Natal Muncul di Brisbane

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 08:26 WIB
Papan Iklan Tampilkan Pistol sebagai Hadiah Natal Muncul di Brisbane

Reklame yang mempromosikan pistol sebagai hadiah Natal muncul di Brisbane, Australia. (Foto: ABC News)

BRISBANE, iNews.id - Pistol sebagai hadiah Natal? Begitulah reklame yang dipasang di salah satu jalan ramai di Kota Brisbane, Australia, memasuki musim liburan akhir tahun ini.

Papan reklame di Jalan Loganlea itu dipasang oleh toko senjata setempat, menampilkan sebuah pistol di antara kado Natal lainnya.

Komisaris Kepolisian Queensland Ian Stewart mengatakan iklan itu mengirimkan pesan yang salah kepada masyarakat dan harus segera diturunkan.

"Saya minta reklame itu diturunkan," katanya kepada Craig Zonca dan Rebecca Levingston dalam program Radio ABC di Brisbane.

"Saya pikir iklan itu tidak diperlukan. Mereka yang menggunakan senjata untuk olahraga atau pekerjaan sudah tahu kemana harus membeli senjatanya," ucapnya, seperti dilaporkan ABC News.

Pesan yang muncul, katanya, justru bertentangan dengan segala hal baik tentang Australia.

Stewart mengatakan hal ini mungkin saja tampak biasa di negara seperti Amerika Serikat, namun tidak seperti itu di Australia.

Meski hidup di negara yang menganut kebebasan berbicara dan mungkin juga iklan itu tidaklah ilegal, namun dia mengaku sedih karena ada pengusaha mengiklankan dengan cara seperti itu.

"Saya menghormati mereka yang memiliki senjata dan menggunakannya untuk hobi atau olahraga," katanya.

Dia menambahkan, di Australia ada keseimbangan mengenai hal itu.

Stewart, mengutip laporan website Gun Violence Archive, menyebut terjadi penembakan massal setiap hari di AS selama 2018.

"Definisi penembakan massal itu jika korbannya empat orang atau lebih. Tidak selalu terbunuh, tetapi waktu atau lokasi yang sama," katanya.

Menurut dia, Australia memiliki aturan hukum tentang senjata yang paling adil di dunia. Stewart menyebut, di Australia tidak terjadi penembakan massal seperti di AS.

"Kita dicemburui negara-negara lain dalam kaitannya dengan undang-undang senjata," ujarnya.

Namun sejumlah warga tampaknya tidak begitu mempermasalahkan reklame tersebut.

Sebagian melihatnya sama saja dengan iklan lainnya.

"Mengapa mereka tak mengeluhkan reklame perempuan setengah telanjang?" ujar warga bernama Deb Selbie-Cain

Warga lainnya membandingkannya dengan iklan mobil.

"Larang juga iklan mobil karena mobil membunuh lebih banyak orang Australia daripada senjata," kata warga lain, Lance Ridley.

Sebaliknya, para penentang mengecam dengan menyebut reklame tersebut mengerikan dan tidak pantas.

Toko senjata yang sama sebelumnya juga memicu kontroversi karena memasang reklame di dekat Sunshine Coast pada awal tahun. Saat itu, mereka menampilan deretan peluru disertai kalimat: "Ukuran itu penting."

Biro Standar Periklanan (ASB) saat itu menjelaskan pihaknya tidak menerima banyak keluhan mengenai reklame ini.

"Jika keluhan yang masuk terkait dengan masalah kode etik, maka kasus akan ditindaklanjuti," kata seorang juru bicara ASB.

Menurut ketentuan periklanan, jika hal itu terjadi maka pengiklan akan diminta menurunkannya atau mengubah iklan mereka.


Editor : Nathania Riris Michico