Para Penyebar Video Penembakan Masjid di Selandia Baru Diancam Bunuh

Anton Suhartono ยท Selasa, 16 April 2019 - 10:45 WIB
Para Penyebar Video Penembakan Masjid di Selandia Baru Diancam Bunuh

Cuplikan video penembakan masjid di Christchurch (Foto: Facebook)

WELLINGTON, iNews.id - Para terdakwa kasus penyebaran video penembakan dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, mendapat ancaman pembunuhan.

Seperti diketahui, pelaku penembakan, Brenton Tarrant (28), merekam aksi brutalnya menembaki puluhan jamaah Salat Jumat di dua masjid pada 15 Maret 2019 dan menyiarkan langsung melalui Facebook. Rekaman itu lalu disebarkan kembali secara luas ke seluruh dunia oleh warganet.

Sejauh ini otoritas Selandia Baru telah menahan enam orang terkait penyebaran video. Mereka kembali dibawa ke pengadilan pada Senin (15/4/2019).

Jaksa penuntut Pip Currie, seperti dikutip dari Christchurch Court News, melaporkan, ancaman pembunuhan ditujukan kepada beberapa terdakwa. Sejauh ini pengadilan merahasiakan lima dari enam nama terdakwa.

Hakim Stephen O'Driscoll membebaskan tiga terdakwa dengan jaminan, namun perintah penangkapan kembali tetap berlaku. O'Driscoll juga memperingatkan siapa pun yang melakukan main hakim sendiri terhadap para terdakwa.

"Akan lebih bijaksana untuk membiarkan proses pengadilan berjalan tanpa campur tangan pihak luar, siapa pun yang mendukung mereka ke pengadilan, atau siapa pun yang ingin menuntut keadilan pada mereka," kata O'Driscoll, dikutip dari AFP.

Salah seorang terdakwa merupakan remaja berusia 18 tahun. Dia juga memiliki foto salah satu masjid dengan tulisan "target didapat".


Editor : Anton Suhartono