Paris dan Presiden Macron Kembali Bersiap Hadapi Aksi Protes Hari Ini

Nathania Riris Michico ยท Sabtu, 08 Desember 2018 - 13:18 WIB
Paris dan Presiden Macron Kembali Bersiap Hadapi Aksi Protes Hari Ini

Polisi di Paris berjaga saat aksi protes Sabtu pekan lalu. (Foto: EPA)

PARIS, iNews.id - Aksi protes akan kembali digelar di Paris hari ini, Sabtu (8/12/2018). Ribuan pasukan keamanan Prancis bersiap menghadapi kerusuhan terbaru oleh para pengunjuk rasa rompi kuning di ibu kota dan kota-kota lain mengenai biaya hidup.

Menara Eiffel dan tempat-tempat wisata lainnya ditutup, toko-toko ditata sedemikian rupa untuk menghindari perampasan, dan barang-barang yang ada di jalan-jalan diamankan, untuk menghindari risiko digunakan sebagai alat menyerang polisi.

Dilaporkan Reuters, Sabtu (8/12/2018), sekitar 89.000 polisi dikerahkan di seluruh negeri untuk mengantisipasi demo hari ini.

Dari jumlah ini, sekitar 8.000 dikerahkan di Paris untuk menghindari kekacauan seperti Sabtu pekan lalu, ketika demonstran membakar mobil dan menjarah toko-toko di bulevar Champs Elysees yang terkenal.

Baca juga: Prancis Kerahkan 65 Ribu Polisi untuk Amankan Demo Besok

Para pendemo juga merusak Arc de Triomphe dengan grafiti yang ditujukan untuk Presiden Emmanuel Macron.

Para pengunjuk rasa, dengan menggunakan media sosial, menagih janji terhadap Macron dan kebijakannya lewat aksi yang disebut sebagai "Act IV" ini.

Aksi protes mulai meletus pada November terkait tekanan pada anggaran rumah tangga yang disebabkan oleh pajak bahan bakar.

Demonstrasi berkembang menjadi pemberontakan yang luas dan melawan Macron.

Baca juga: Cegah Kerusuhan, Besok 89.000 Polisi Berjaga di Seluruh Prancis

Pihak berwenang mengatakan, unjuk rasa itu ditunggangi elemen sayap kanan dan oknum anarkis yang bertekad melakukan kekerasan dan menimbulkan keresahan sosial untuk menghina Macron dan pasukan keamanan.

Kendati demikian, Macron, pria 40 tahun yang popularitasnya sedang surut menurut jajak pendapat, terpaksa menunda kenaikan pajak bahan bakar.

Meskipun terjadi penurunan, "rompi kuning" terus menuntut lebih banyak konsesi dari pemerintah, termasuk pajak yang lebih rendah, gaji yang lebih tinggi, biaya energi yang lebih murah, ketentuan pensiun yang lebih baik, bahkan pengunduran diri Macron.

Baca juga: Diprotes Rakyat, Kenaikan BBM di Prancis Ditunda 6 Bulan

Salah satunya, Eric Drouet, seorang sopir truk, yang meminta pengunjuk rasa menyerbu ke istana presiden Elysee.

Seorang pejabat Elysee mengatakan, intelijen menginformasikan beberapa pemrotes akan datang ke ibu kota untuk merusak dan membunuh.

Kantor kepresiden sendiri menyebut Macron akan berbicara kepada negara itu awal pekan depan. Menurut kantor kepresiden, pada Jumat malam, dia mengunjungi sekelompok polisi di barak mereka di luar Paris.

Baca juga: Menara Eiffel dan Museum Louvre Ditutup Selama Aksi Protes di Paris

Berusaha mengatasi krisis terbesarnya sejak terpilih 18 bulan lalu, Macron menyerahkan sebagian besar wewenang kepada perdana menteri, Edouard Philippe, untuk berurusan dengan publik terkait gejolak ini.


Editor : Nathania Riris Michico