Parlemen Austria Setujui Larangan Jilbab di Sekolah Dasar

Anton Suhartono ยท Kamis, 16 Mei 2019 - 10:34 WIB
Parlemen Austria Setujui Larangan Jilbab di Sekolah Dasar

(Ilustrasi, Foto: AFP)

WINA, iNews.id - Anggota parlemen Austria menyetujui aturan larangan penggunaan jilbab di sekolah dasar dalam sidang yang digelar Rabu (15/5/2019).

Untuk menghindari perlawanan dari kelompok muslim, undang-undang (UU) yang diusulkan kelompok sayap kanan ini dibuat menggunakan redaksional netral, "Pakaian yang dipengaruhi oleh faktor ideologis atau agama terkait dengan penutup kepala."

Meski demikian, dua partai sayap kanan koalisi penguasa pemerintah yakni People Party (OeVP) dan Freedom Party (FPOe) menegaskan aturan ini menargetkan pengguna jilbab.

Juru bicara bidang pendidikan Freedom Party Wendelin Moelzer mengatakan, UU ini merupakan sinyal kuat melawan politik Islam. Sementara itu anggota parlemen OeVP Rudolf Taschner menggunakan alasan membebaskan anak perempuan dari penindasan.

Sementara itu semua anggota parlemen oposisi menentang langkah tersebut. Mereka menilai ada hal dari anak-anak yang lebuih perlu mendapatkan perhatian ketimbang isu jilbab.

Anehnya, aturan ini tak berlaku bagi patka, penutup kepala yang digunakan kalangan Sikh, dan kippa Yahudi, meskipun UU mengisyaratkan pakaian yang dipengaruhi faktor keagamaan.

Pemerintah mengakui undang-undang tersebut kemungkinan akan ditentang di pengadilan konstitusi Austria, baik dengan alasan diskriminasi agama atau karena undang-undang terkait aturan di institusi sekolah biasanya disahkan oleh mayoritas dua pertiga anggota parlemen.

Organisasi komunitas muslim Austria IGGOe sudah mengecam aturan ini sebelum disetujui parlemen. Aturan ini disebut memalukan dan taktik pengalihan.

Meski demikian IGGOe mengungkap aturan ini hanya berdampak pada sejumlah kecil anak perempuan.


Editor : Anton Suhartono