Pasangan Kekasih Terancam Hukuman Mati karena Bangun Rumah di Laut

Anton Suhartono ยท Rabu, 17 April 2019 - 18:26 WIB
Pasangan Kekasih Terancam Hukuman Mati karena Bangun Rumah di Laut

Rumah di laut dibangun pasangan AS dan Thailand dianggap melanggar kedaulatan negara (Foto: EPA-EFE)

BANGKOK, iNews.id - Sepasang kekasih, yakni pria laki warga Amerika Serikat (AS) yang juga investor bitcoin, Chad Elwartowski, serta perempuan Thailand berjuluk 'Bitcoin Girl Thailand' Supranee Thepdet , terancam hukuman mati karena membangun rumah di tengah laut.

Pasangan itu dituduh melanggar kedaulatan Thailand karena membangun rumah di area yang masuk wilayah negara itu.

Namun Elwartowski menepis bangunan itu dibuat di wilayah kedaulatan Thailand karena posisinya di 13 mil laut dari garis panntai, sedangkan sesuai ketentuan internasional 12 mil laut.

Pejabat kepolisian Phuket Nikorn Somsuk mengatakan, pihkanya mendapat laporan soal pembangunan rumah tersebut dari Angkatan Laut (AL) Kerajaan Thailand.

"Angkatan laut dan timnya mendapati bangunan sebuah tangki beton mengambang di laut tetapi tidak ada seorang pun di dalamnya. Mereka mengajukan gugatan berdasarkan pasal 118 KUHP," kata Nikorn, dikutip dari AFP, Rabu (17/4/2019).

Jika terbukti bersalah, keduanya bisa dihukum maksimal dengan vonis mati.

Nikorn melanjutkan, AL harus bertemu dengan pejabat provinsi untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya yang harus dilakukan.

Menurut AL, pasangan itu tidak meminta izin terlebih dulu dari otoritas Thailand jika ingin membangun rumah.

Sementara itu Elwartowski, merasa dia dan Supranee bebas tinggal di rumah tersebut karena berada di luar wilayah laut Thailand. Elwartowski bekerja sebagai insinyur perangkat lunak untuk militer AS di Afghanistan, Jerman, dan Korea Selatan.

"Saya suka dengan ide untuk menentukan bagaimana rumah seharusnya. Jika Anda tidak suka dengan masyarakat yang ada, Anda bisa mengapung ke tempat baru," katanya.

Supranee merupakan anggota kelompok Ocean Builders, komunitas pengusaha yang punya keinginan membangun rumah permanen di perairan di luar wilayah suatu negara.

Mereka mengajak 20 investor yang tertarik untuk membangun hunian di laut di sekitar rumah yang sudah dibangun itu.


Editor : Anton Suhartono