PBB Desak Arab Saudi Tunda Semua Rencana Pelaksanaan Hukuman Mati

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 25 April 2019 - 07:55 WIB
PBB Desak Arab Saudi Tunda Semua Rencana Pelaksanaan Hukuman Mati

Ilustrasi eksekusi mati di Saudi. (FOTO: AFP)

NEW YORK, iNews.id - Komisioner PBB untuk hak asasi manusia mengecam keras eksekusi 37 orang di Arab Saudi pada Selasa (23/4) dan mendesak kerajaan tersebut untuk menunda semua rencana pelaksanaan hukuman mati.

Dilaporkan BBC, Kamis (25/4/2019), Komisioner PBB, Michelle Bachelet, mengatakan informasi yang diterima PBB menyebut pengakuan didapatkan melalui penyiksaan dan dia kembali menyatakan keprihatinan tentang proses hukum di Saudi.

Sebagian besar yang dieksekusi berasal dari komunitas minoritas Syiah dan setidaknya tiga di antaranya masih di bawah umur saat ditangkap.

Bachelet mengatakan, penerapan hukuman mati bagi anak-anak sangat disayangkan dan mendesak Saudi untuk melarang praktik hukuman mati.

BACA JUGA: Saudi Penggal 37 Terpidana Teroris, 1 Korban Dipertontonkan untuk Umum

Pelaksanaan eksekusi pada Selasa (23/4) diberitakan oleh media pemerintah.

Seorang di antaranya, yang dinyatakah bersalah melakukan tindak pidana terorisme, dihukum mati dan disalib.

Laporan media juga menyatakan bahwa orang-orang itu dituduh "mengadopsi ideologi ekstrem dari teroris, membentuk sel-sel teroris" dan menggangu keamanan serta ketertiban masyarakat.

Biasanya hukuman mati dijalankan dengan cara memenggal kepala.

Penyaliban dilakukan setelah hukuman mati dilaksanakan untuk para tahanan yang dinilai melakukan kejahatan serius oleh pemerintah.

Kantor berita resmi SPA melaporkan, orang-orang yang dihukum mati pada Selasa merupakan mereka yang dituduh menyerang markas-markas keamanan dan menewaskan sejumlah petugas keamanan. Hukuman mati tersebut dilaksanakan di beberapa lokasi termasuk di ibu kota Riyadh, Mekah, dan Madinah.

Di antara mereka yang dieksekusi, ada 14 orang dihukum karena melakukan tindak kekerasan terkait dengan keterlibatan mereka dalam demonstrasi antipemerintah, kata organisasi hak asasi manusia Amnesty International.

Pada 2018, seorang laki-laki dieksekusi dan disalib setelah dituduh menikam seorang perempuan hingga tewas.

Dia juga dituduh melakukan percobaan pembunuhan terhadap laki-laki lainnya bersamaan dengan upaya perkosaan terhadap seorang perempuan.

Pemerintah Saudi tidak merilis statistik resmi tentang jumlah eksekusi yang dilakukan, tetapi media pemerintah sering melaporkan eksekusi-eksekusi tersebut. Menurut Amnesty International, setidaknya 104 orang dieksekusi di Saudi sepanjang 2019 ini.

Pada 2018, negara Teluk itu melakukan 149 eksekusi.

Pada Minggu, Saudi mengklaim mereka menggagalkan serangan yang menargetkan biro keamanan di al-Zulfi, di bagian utara Riyadh. Keempat penyerang berhasil ditembak mati, menurut pejabat bidang keamanan.


Editor : Nathania Riris Michico