Penculikan Remaja Perempuan di Rumania, Giliran Menteri Pendidikan yang Dipecat

Anton Suhartono ยท Sabtu, 03 Agustus 2019 - 12:58:00 WIB
Penculikan Remaja Perempuan di Rumania, Giliran Menteri Pendidikan yang Dipecat
Ecaterina Andronescu (Foto: AFP)

BUCHAREST, iNews.id - Kasus penculikan yang berujung kematian seorang remaja perempuan 15 tahun di Rumania, Alexandra Macesanu, berbuntut panjang.

Alexandra diculik lalu dibunuh oleh pria bernama Gheorghe Dinca (65) saat pulang ke rumahnya pada Rabu (31/7/2019). Korban sudah menelepon nomor darurat untuk meminta pertolongan polisi, namun panggilannya sebanyak tiga kali diabaikan.

Terkait kasus ini, kepala kepolisian Rumania Ioan Buda dipecat dan Menteri Dalam Negeri Nicolae Moga mengundurkan diri.

Namun ternyata itu belum selesai, Perdana Menteri Rumania Viorica Dancila memecat Menteri Pendidikan Ecaterina Andronescu, Jumat (2/8/2019), terkait pernyataannya dalam wawancara di televisi.

Dalam wawancara itu, Andronescu mengungkap seolah-olah Alexandra lah yang bersalah karena dia mau ikut di mobil bersama orang asing. Padahal, sejak kecil, mereka diajarkan oleh orangtua untuk tidak percaya dengan orang asing.

"Jangan masuk ke mobil bersama orang asing," kata Andronescu, dalam wawancara, seperti dikutip dari BBC, Sabtu (3/8/2019).

Menurut Dancila, pernyataan itu tidak bertanggung jawab dan menunjukkan bahwa Andronescu tak memahami kasus ini.

Andronescu pun membela diri dengan mengatakan tidak bermaksud menyalahkan korban atau orangtuanya.

Alexandra diculik pada Rabu saat hendak pulang ke rumahnya di Dobrosloveni. Pada Kamis pagi, dia menghubungi nomor telepon darurat 112 sebanyak tiga kali dan memberi tahu bahwa dia diculik dan dibawa menggunakan mobil. Pada kesempatan itu dia juga memberi tahu posisinya.

Percakapan terakhir dengan operator, Alexandra mengatakan, "dia (pelaku) datang, dia datang" sebelum teleponnya mati.

Lebih dari 12 jam setelah menerima telepon, polisi menemukan tiga rumah mencurigakan yang kemudian diketahui salah satunya digunakan Dinca untuk membekap Alexandra. Namun polisi tak langsung menggerebek tiga rumah itu.

Petugas menunggu surat perintah penggeledahan dan baru masuk pada keesokan harinya atau 19 jam setelah Alexandra menelepon. Di salah satu rumah, Alexandra ditemukan dalam kondisi meninggal.

Dinca sempat membantah dia menculik dan membunuh remaja berparas cantik itu, namun dia tak berkutik setelah petugas bertanya mengapa teleponnya bisa digunakan Alexandra untuk menelepon layanan darurat 112.

Editor : Anton Suhartono