Penembakan di Pangkalan AL AS, Senator Minta Pelatihan bagi Tentara Saudi Ditangguhkan

Anton Suhartono ยท Senin, 09 Desember 2019 - 11:44 WIB
Penembakan di Pangkalan AL AS, Senator Minta Pelatihan bagi Tentara Saudi Ditangguhkan

FBI menyelidiki penembakan di pangkalan AL AS Florida yang dilakukan prajurit Arab Saudi (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Anggota parlemen Amerika Serikat (AS) menyerukan penghentian program pelatihan militer Arab Saudi dihentikan sementara setelah penembakan di pangkalan Angkatan Laut (AL) Pensacola, Florida, Jumat (6/12/2019), yang menewaskan tiga tentara AS dan melukai delapan lainnya.

Anggota senat dari Partai Republik, Lindsey Graham, menilai pelatihan tersebut perlu ditangguhkan sambil menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan Biro Penyelidikan Federal (FBI).

"Kita perlu menghentikan program pelatihan Saudi sampai mengetahui apa yang terjadi di sini," kata Graham, kepada Fox News.

Pelaku penembakan adalah Mohammed Alshamrani, prajurit Angkatan Udara Arab Saudi berusia 21 tahun dengan pangkat letnan II. Alshamrani menembak di ruang kelas menggunakan pistol Glock 9mm yang dibeli secara legal, sebelum ditembak mati oleh wakil sheriff.

Menteri Pertahanan Mark Esper memerintahkan peninjauan kembali prosedur pemeriksaan keamanan di pangkalan. Dia cenderung tetap mempertahankan program pelatihan tentara Saudi, ketimbang menghentikannya.

FBI menyelidiki kasus ini dengan asumsi bahwa aksi Alshamrani merupakan tindakan terorisme, namun belum membuat keputusan akhir.

Hal ini didasarkan pada manifesto yang dibuatnya di Twitter beberapa jam sebelum penembakan. Alshamrani mengkritik kebijakan perang AS dan pernah mengutip pernyataan Osama bin Laden.

Agen khusus FBI Rachel Rojas mengatakan, fokus penyelidikan adalah mengetahui apakah Alshamrani bertindak sendiri atau bagian dari jaringan lebih besar. Namun sejauh ini diketahui dia bertindak sendiri.

"Kami saat ini menilai ada satu pria bersenjata yang melakukan serangan dan tidak ada penangkapan yang dilakukan," katanya, dikutip dari AFP, Senin (9/12/2019).

Sementara itu pascakejadian, beberapa tentara Saudi ditahan. Mereka merekam peristiwa penembakan menggunakan kamera video ponsel.

Arab Saudi merupakan sekutu terdekat AS di Timur Tengah. Pada Minggu (8/12/2019) malam, Presiden Donald Trump berbicara dengan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

Selain menyampaikan belasungkawsa, MBS menegaskan kembali komitmen negaranya untuk bekerja sama dengan AS mencegah penembakan mengerikan ini terulang lagi.

Raja Salman sebelumnya juga mengecam penembakan tersebut dan menyebutnya sebagai kejahatan keji. Dia menegaskan aksi Alshamrani itu tidak mewakili rakyat Saudi.


Editor : Anton Suhartono