Penerbangan di Bandara Changi Singapura Bakal Delay dalam 3 Hari

Anton Suhartono · Selasa, 13 November 2018 - 05:17:00 WIB
Penerbangan di Bandara Changi Singapura Bakal Delay dalam 3 Hari
Bandara Changi (Foto: AFP)

SINGAPURA, iNews.id - Pihak berwenang Singapura mewanti-wanti akan ada keterlambatan penerbangan di Bandara Changi selama tiga hari ini terkait pelaksanaan KTT ASEAN ke-33 serta, KTT Asia Timur, dan lainnya.

Pertemuan itu juga akan dihadiri pemimpin dunia dari luar kawasan, seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence, dan lainnya.

Para tamu VIP dan delegasi diperkirakan tiba sebelum pertempaun yang dibuka resmi pada Selasa (13/11/2018). Sebagian besar pemimpin akan tiba menggunakan pesawat pribadi atau kepresidenan, yakni mencapai hampir 20 kedatangan.

Direktur layanan lalu lintas udara Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS), Rosly Saad, mengatakan, kedatangan mereka tentu akan berdampak pada jadwal pesawat komersial di Bandara Changi. Namun pihaknya berupaya meminimalisasi dampaknya kepada para penumpang.

"Kami tak berharap penerbangan delegasi ASEAN menyebabkan delay yang lama bagi penumpang," ujarnya, dikutip dari The Straits Times, Senin (12/11/2018).

Untuk itu, pihaknya memberlakukan standar prosedur operasional serta langkah-langkah mitigasi untuk memperkecil dampak kepada penumpang. Untuk mengurangi waktu delay, air traffic control (ATC) menggunakan pendekatan paralel independen yang simultan. Ini berarti, jika dalam kondisi nomal hanya satu pesawat yang mendarat dalam jeda waktu tertentu, maka akan ditambah menjadi dua. Changi memiliki dua landasan pacu.

Dia memastikan tidak ada rencana untuk menutup wilayah udara.

ATC juga akan bekerja sama dengan bandara lain untuk mengelola penerbangan masuk dan keluar Changi. Para penumpang kemungkinan akan menunggu lebih lama di bandara asal keberangkatan. Itu dianggap lebih baik daripada pesawat harus berputar lebih lama di Singapura dan memboroskan bahan bakar.

Pertemuan ini akan dihadiri 10 pemimpin negara anggota ASEAN dan kepala negara mitra utama. Selain Putin dan Pence, para tamu yang akan hadir adalah Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison, PM China Li Keqiang, PM India Narendra Modi, PM Jepang Shinzo Abe, Presiden Korea Selatan Moon Jae In, dan PM Selandia Baru Jacinda Ardern. Untuk Pence, pesawatnya akan mendarat di pangkalan militer Paya Lebar.

Turut masuk dalam undangan PM Kanada Justin Trudeau, Presiden Cile Sebastian Pinera, dan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde.

KTT akan berakhir pada Kamis (15/11/2018). Setelah itu sebagian besar pemimpin akan melanjutkan perjalanan ke Papua Nugini untuk menghadiri KTT APEC.

Editor : Anton Suhartono

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda