Pentagon Hentikan Pelatihan Militer bagi Siswa Arab Saudi

Nathania Riris Michico · Rabu, 11 Desember 2019 - 08:40:00 WIB
Pentagon Hentikan Pelatihan Militer bagi Siswa Arab Saudi
Anggota parlemen AS menyerukan penghentian program pelatihan militer Saudi setelah penembakan di pangkalan angkatan laut di Florida di mana seorang perwira Saudi menewaskan tiga pelaut AS. (FOTO: AFP / Handout)

WASHINGTON, iNews.id - Pentagon mengumumkan menangguhkan pelatihan operasional bagi siswa militer Arab Saudi di Amerika Serikat (AS) untuk sementara waktu. Keputusan itu diambil setelah meletusnya penembakan oleh seorang perwira angkatan udara Saudi pekan lalu.

"Pelajar militer Arab Saudi di AS akan melanjutkan pengajaran di kelas, tetapi pelatihan operasional dihentikan sambil menunggu tinjauan keamanan," kata pejabat senior Departemen Pertahanan AS, seperti dilaporkan AFP, Rabu (11/12/2019).

Mohammed Alshamrani, seorang letnan berusia 21 tahun di Angkatan Udara Kerajaan Saudi, melepaskan tembakan di ruang kelas di Stasiun Udara Angkatan Laut Pensacola di Florida pada Jumat (6/12/2019). Penembakan itu menewaskan tiga pelaut AS dan melukai delapan orang lainnya, sebelum dia ditembak mati oleh polisi.

Wakil Menteri Pertahanan David Norquist memerintahkan agar peninjauan selesai dalam waktu 10 hari, yakni menyaring siswa asing.

Langkah ini berlaku untuk semua siswa militer Saudi yang saat ini menjalani pelatihan di AS.

"Mereka yang menjadi pilot akan di-grounded," kata seorang pejabat.Alshamrani, yang dipersenjatai pistol Glock 9mm yang dibeli secara sah, dilaporkan memasang sebuah manifesto di Twitter sebelum melakukan penembakan. Dia mengecam AS sebagai "negara kejahatan."

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Robert O'Brien mengatakan penyelidikan FBI sedang berlangsung atas kasus itu.

"Tapi bagi saya, tampaknya itu adalah serangan teroris," ujarnya.

Penembakan itu mengingatkan AS akan serangan 11 September 2001, di mana warga Saudi menyumbang 15 dari 19 pembajak yang menerbangkan pesawat ke World Trade Center dan Pentagon.

Editor : Nathania Riris Michico