Penyerang Eks Agen Ganda Skripal di Inggris adalah Intel GRU Rusia

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 27 September 2018 - 09:26 WIB
Penyerang Eks Agen Ganda Skripal di Inggris adalah Intel GRU Rusia

Dua warga Rusia, Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov, yang dituduh menyerang Sergei Skripal dan Yulia (Foto: AFP)

LONDON, iNews.id - Jati diri salah satu tersangka penyerangan mantan agen Rusia, Sergei Skripal, di Inggris, diungkap oleh sebuah laman jurnalisme investigasi.

Dilaporkan BBC, Kamis (27/9/2018), dalam artikel yang diunggah pada 26 September 2018, situs The Bellingcat mengklaim pria bernama Ruslan Boshirov sejatinya adalah Kolonel Anatoliy Chepiga, agen badan intelijen militer Rusia atau GRU.

Baca juga: 2 Bulan Setelah Diserang Zat Kimia, Eks Agen Skripal Keluar dari RS

Baca juga: Inggris Kantongi Identitas Penyerang Mantan Agen Ganda Rusia Skripal

Lebih jauh, Bellingcat mengklaim Chepiga pernah menjadi serdadu yang bertugas di Chechnya dan mendapat penghargaan tertinggi—Pahlawan Federasi Rusia. Penghargaan semacam itu biasanya disematkan langsung oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Anatoliy Chepiga (kiri) and Ruslan Boshirov. (Foto: BELLINGCAT / PA)

Untuk mendukung klaim tersebut, Bellingcat menampilkan dokumen paspor Anatoliy Vladimirovich Chepiga. Foto Chepiga pada 2003 tampak menyerupai Ruslan Bushirov, namun dalam versi yang lebih muda.

Baca juga: Perempuan Inggris yang Diracun Zat Kimia Novichok Meninggal

Baca juga: 2 Pria Dituduh Serang Eks Agen Skripal Ditemukan, Putin: Warga Sipil

Boshirov dan seorang warga Rusia lainnya, Alexander Petrov, menjadi tersangka insiden penyerangan terhadap mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal, dan putrinya, Yulia, di Salisbury pada Maret lalu.

Walau terpapar zat beracun Novichok, Skripal dan Yulia luput dari maut setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, Dawn Sturgess—perempuan yang tidak terkait dengan Skripal—meninggal dunia pada Juli lalu lantaran terpapar zat serupa.

Foto Anatoliy Chepiga dan Ruslan Boshirov yang diduga agen GRU Rusia. (Foto: Russian Insight)

Para pejabat Inggris tidak berkomentar atas temuan situs the Bellingcat mengenai jati diri Boshirov yang sebenarnya. Namun, sebelumnya, sejumlah penyelidik Inggris berkata Boshirov merupakan agen intelijen Rusia.

Ditengarai, Boshirov berkunjung ke Inggris menggunakan paspor palsu bersama Alexander Petrov. Pemerintah Inggris menuduh mereka adalah agen intelijen militer Rusia, GRU.

Baca juga: Putin Sebut 2 Warganya Tak Menyerang Skripal, Jubir PM Inggris: Bohong

Rusia selalu membantah tudingan tersebut dan Presiden Vladimir Putin mengatakan mereka adalah warga sipil.

Keduanya muncul di televisi Pemerintah Rusia dan sebagai turis yang mengunjungi Salisbury untuk melihat katedral.

Baca juga: Pengakuan 2 Warga Rusia yang Dituduh Serang Eks Mata-Mata di Inggris

Baca juga: AS Jatuhkan Sanksi ke Rusia Terkait Serangan Racun Novichok

Penerbitan artikel mengenai identitas salah seorang tersangka dalam kasus penyerangan di Salisbury mencuat setelah seorang aktivis band punk Pussy Riot, Pyotr Verzilov, diduga diserang menggunakan racun.

Verzilov sangat yakin serangan itu didalangi oleh badan intelijen Rusia.

Koresponden BBC di bidang keamanan, Gordon Corera, menyebut, belum diketahui secara pasti apakah kedua insiden terkait.

Baca juga: Dirawat di Jerman, Anggota Pussy Riot Diduga Diracun

Namun, kasus-kasus itu, menurutnya, menunjukkan Rusia bersedia mengambil langkah "semakin agresif" dan "berisiko".

"Mereka tampak kurang khawatir tertangkap basah—lebih berani," ujar Corera.

Baca juga: PM Inggris: Bantahan Tersangka Serangan Novichok Menghina Intel Kami

 


Editor : Nathania Riris Michico