Perempuan Ini Minta Cerai karena Dilarang Main PUBG oleh Suami

Anton Suhartono ยท Rabu, 22 Mei 2019 - 16:16 WIB
Perempuan Ini Minta Cerai karena Dilarang Main PUBG oleh Suami

Perempuan di India minta cerai dengan suami karena keranjingan bermain PUBG (Foto: AFP)

NEW DELHI, iNews.id - Permainan online PlayerUnknown Battleground (PUBG) memicu perceraian di India. Seorang perempuan 19 tahun di Ahmedabad yang sudah keranjingan bermain PUBG menuntut cerai kepada suaminya karena dilarang bermain.

Perempuan yang memiliki satu anak itu kerap bertengkar dengan suami sejak telepon genggamnya ditahan.

Kasus ini terungkap setelah sang perempuan menelepon nomor layanan konsultasi perceraian Kota Abhayam, 181. Dia meminta diizinkan tinggal di rumah perlindungan perempuan, jauh dari keluarga dan orangtua, sehingga bisa leluasa bermain PUBG dengan santai.

Dia pergi meninggalkan suami untuk pulang ke rumah orangtua. Namun di rumah orangtua, dia juga tak diperbolehkan main PUBG dan ponselnya disita.

"Perempuan itu menelepon 181 dan mengatakan ingin berada di rumah perlindungan karena tidak mau bersama dengan suaminya atau dipulangkan ke rumah orangtua karena mereka mengambil ponselnya," kata Falguni Patel, koordinator konsultasi perceraian di Abhayam, Ahmadebad, dikutip dari IANS, Rabu (22/5/2019).

Namun Patel mengatakan tak bisa menerima perempuan itu dengan alasan di rumah perlindungan tidak diizinkan menggunakan telepon atau keluar. Perempuan itu pun membatalkan rencananya tinggal di rumah perlindungan.

Setelah itu, dia meminta bantuan temannya sesama penggila PUBG, namun dia juga tak bisa membantunya.

Menurut Patel, para konselor sudah menasihatinya untuk tidak mengambil tindakan nekat dengan bercerai hanya karena game online. Apalagi, pasangan yang sudah menikah 2 tahun itu memiliki seorang anak.

"Para konselor kami akan membantunya membuat keputusan matang, membuatnya menyadari akan ketidakpastian dan konsekuensi di masa mendatang," ujar Patel.

PUBG merupakan game pertempuran melibatkan banyak pemain yang dikembangkan dan diterbitkan oleh PUBG Corporation, anak perusahaan video game Korea Selatan, Bluehole.

Permainan ini telah dilarang di Nepal, Irak, dan beberapa negara bagian di India setelah munculnya laporan dampak kesehatan kepada mereka yang memainkannya dalam waktu lama.


Editor : Anton Suhartono