Perempuan Suporter Sepak Bola Iran Tewas Bakar Diri, Pengadilan: Dia Ngaku Salah

Anton Suhartono ยท Senin, 16 September 2019 - 10:15 WIB
Perempuan Suporter Sepak Bola Iran Tewas Bakar Diri, Pengadilan: Dia Ngaku Salah

Sahar Khodarayi (Foto: Twitter)

TEHERAN, iNews.id - Sahar Khodarayi, perempuan suporter sepak bola di Iran yang meninggal setelah membakar diri di depan gedung pengadilan karena dilarang masuk stadion, mengakui kesalahannya saat diperiksa polisi.

Perempuan 29 tahun berjuluk 'Blue Girl’ mengacu pada warna tim sepak bola kesayangannya, Esteghlal FC Teheran, itu mencoba memasuki stadion untuk menonton timnya bermain. Padahal aturan di Iran melarang perempuan menonton sepak bola di stadion, meskipun untuk cabang olahraga lain, seperti voli, terkadang masih diperbolehkan.

Baca Juga: Dilarang ke Stadion, Perempuan Suporter Sepak Bola Iran Bakar Diri hingga Tewas

Untuk bisa masuk, Sahar menyamar seperti laki-laki, namun diketahui petugas.

Sahar meninggal setelah menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka bakar serius yang dideritanya pekan lalu.

Wakil Presiden Iran untuk urusan Perempuan dan Keluarga Masoumeh Ebtekar meminta pengadilan untuk menyelidiki kasus ini.

Juru bicara pengadilan Gholamhossein Esmaili mengatakan, Sahar mengakui kesalahannya.

“Dia mengakui kesalahannya dan menyampaikan penyesalan,” kata Gholamhossein, dikutip dari AFP, Senin (16/9/2019).

Meski demikian, lanjut dia, sejauh ini belum ada tuduhan yang dikenakan terhadap Sahar. Persidangannya pun belum dimulai.

Gholamhossein juga menepis tuduhan bahwa ada petugas pengadilan yang sempat mengatakan kepada Sahar bahwa dia terancam hukuman penjara antara 6 bulan sampai 2 tahun.

Berdasarkan laporan sebelumnya, Sahar menerima informasi itu dari petugas kepolisian saat dia mengambil telepon genggam yang sempat disita.

Pernyataan itulah yang menjadi pemicu Sahar membakar diri di depan gedung pengadilan di Teheran karena frustasi.

Menurut Gholamhossein, laporan itu memicu munculnya opini negatif dan dimanfaatkan musuh-musuh Iran di luar negeri.

Sementara itu, ayah Sahar mengatakan, putrinya tidak mengorbankan diri untuk hal apa pun.

Iran menjadi sorotan FIFA soal aturan pelarangan perempuan menonton di stadion, menjelang kualifilasi Piala Dunia 2022. FIFA memberikan batas waktu sampai 31 Agustus lalu bagi Iran untuk mengubah aturan.

Kementerian olahraga Iran akhirnya memberikan dispensasi. Perempuan diperbolehkan menonton di stadion saat tim nasional Iran yang juga dikenal dengan Team Melli bermain, yakni pada 10 Oktober 2019.

Perempuan di Iran dilarang menonton sepak bola di stadion sejak 1981.


Editor : Anton Suhartono