Peringatan Hari Buruh di Penjuru Dunia, Rusia dan Paris Ricuh

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 02 Mei 2019 - 09:05 WIB
Peringatan Hari Buruh di Penjuru Dunia, Rusia dan Paris Ricuh

Serikat pekerja Korea Selatan melakukan aksi unjuk rasa di Seoul, Rabu 1 Mei 2019. (FOTO: AP)

PARIS, iNews.id - Hari Buruh, yang jatuh pada 1 Mei atau biasa disebut May Day, diperingati di berbagai penjuru dunia dengan berbagai aksi protes dan pawai. Tahun ini yang menjadi fokus perhatian adalah gaji yang lebih tinggi, kondisi kerja yang lebih baik, cuti melahirkan, upah minimum, serta pengakhiran diskriminasi terhadap pekerja temporer dan asing.

Dilaporkan Associated Press, Kamis (2/5/2019), di Prancis, polisi bentrok dengan sejumlah demonstran yang melakukan aksi kekerasan dengan melempar batu serta membakar, dan merusak kendaraan-kendaraan, sementara ribuan orang berkumpul menggelar aksi demo di bawah pengawasan ketat.

Sekitar 165 demonstran ditangkap terkait tindak kekerasan yang mereka lakukan.

Menteri Dalam Negeri Prancis memperingatkan sebelumnya pekan ini bahwa para aktivis radikal kemungkinan berbaur dengan para demonstran Hari Buruh di Paris dan berbagai kota lain. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, sekitar 7.400 polisi dikerahkan untuk mengonter mereka.

Di Rusia, pihak berwenag menyebut sekitar 100.000 orang berpartsipasi dalam pawai Hari Buruh di pusat Kota Moskow, yang diorganisasikan serikat-serikat dagang yang didukung Kremlin.

Sejumlah aktivis oposisi mengatakan, lebih dari 100 orang ditahan di sejumlah kota, termasuk mereka yang terlibat dalam aksi protes politik. Di St. Petersburg, polisi menangkap lebih dari 60 pendukung pemimpin oposisi Alexei Navalny.

Di Turki, polisi menahan puluhan demonstran Hari Buruh yang berusaha berpawai menuju lapangan Taksim Istanbul, yang dinyatakan pihak berwenang sebagai kawasan terlarang karena alasan keamanan.

Lapangan Taksim menjadi simbol gerakan buruh di Turki sejak peringatan Hari Buruh pada 1977, sewaktu petugas keamanan melepaskan tembakan kearah kerumunan orang dan menewaskan 13 orang.

Ribuan buruh di Korea Selatan juga turut turun ke jalan untuk melakukan aksi protes. Pulihan serikat pekerja Korea Selatan melakukan aksi unjuk rasa di Seoul pada Rabu kemarin dan menuntut adanya kebijakan terkait kesejahteraan dan kesetaraan.

Di Indonesia, sejumlah organisasi buruh yang turun ke jalan terus menyuarakan penolakan terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan. Menurut buruh, PP tersebut merugikan buruh karena menghilangkan peran serikat buruh dalam kenaikan upah minimum, yang kemudian disesuaikan dengan besaran inflasi.

Namun pada tahun ini, konsentrasi buruh di sekitar Istana Merdeka Jakarta atau kawasan Monas tidak sebanyak tahun lalu. Pada 2018, setidaknya ada seratus ribuan buruh yang menggelar aksi di sekitar Istana Merdeka, sedangkan tahun ini hanya berkisar ribuan buruh.

Editor : Nathania Riris Michico