Perkosa Lansia 80 Tahun, Pelaku Bandingkan Korban dengan Neneknya

Ahmad Islamy Jamil ยท Sabtu, 19 September 2020 - 15:43 WIB
Perkosa Lansia 80 Tahun, Pelaku Bandingkan Korban dengan Neneknya

Ilustrasi pemerkosaan. (Foto: Ist.)

GLASGOW, iNews.id – Seorang pria di Skotlandia pada Jumat (18/9/2020) dijatuhi hukuman penjara selama delapan tahun setelah memerkosa seorang perempuan berusia 80 tahun di rumah korban. Pelaku bernama John Laming itu menyerang korban pada malam Natal tahun lalu, hanya berselang 12 hari setelah dia dibebaskan dari penjara.

Mirror melansir, kejadian bermula tatkala Laming mendatangi rumah korban di Rutherglen, sebuah kota kecil dekat Kota Glasgow, Selasa (24/12/2019) malam. Korban yang ketika itu sedang tidur, langsung terbangun mendengar kaca jendelanya dipecahkan. Mengetahui rumahnya disusupi orang asing, korban yang ketakutan berteriak minta tolong. Namun malang, tak ada satu pun dari tetangga korban yang mendengar teriakan itu.

Selanjutnya, Laming menindih nenek itu di atas tempat tidur. Sementara, korban yang tidak berdaya hanya bisa memohon-mohon agar pelaku menghentikan kejahatannya. “Untuk apa kau melakukan ini terhadap perempuan berusia 80 tahun?” ucap korban pada saat kejadian, seperti ditirukan kembali oleh pengacaranya, Lady Stacey, Jumat (18/9/2020).

Laming tak memedulikan rintihan korban. Laki-laki berumur 32 tahun itu kemudian memerkosa si nenek di ruang makan.

Setelah melampiaskan hawa nafsunya, Laming membantu perempuan lansia yang ketakutan itu naik ke kursi dan menyuruhnya membuatkan secangkir teh. “Ketika itu, dia (pelaku) bilang korban ‘kuat’ seperti neneknya. Dia pun bertanya apakah korban memiliki minuman beralkohol,” ucap jaksa Kath Harper yang menangani perkara itu.

Kepada pelaku, korban mengaku tidak punya minuman yang dimaksud. Namun, si nenek mengatakan ada jus di rumah itu. “Dia (Laming) mengambil kaleng jus dan memberitahu perempuan itu bahwa korban memiliki rumah yang jauh lebih bagus daripada milik pelaku,” ucap Harper.

Pelaku kabur setelah membersihkan pecahan kaca yang dia buat di tempat kejadian. Namun, dia sempat kembali lagi ke rumah korban untuk meminta rokok elektrik (vape) yang telah dia jatuhkan di sana.

Korban yang trauma setelah karena pemerkosaan, menelepon putrinya dan mengatakan bahwa seorang pria telah memaksa masuk ke rumahnya. Polisi tiba di lokasi kejadian, sebelum sang nenek dibawa ke rumah sakit.

Saat diperiksa, korban menangis dan menceritakan nasib sial yang menimpanya kepada petugas medis setempat. Hasil visum menunjukkan adanya sejumlah luka akibat kekerasan di tubuh korban, termasuk memar-memar di leher.

Laming ditangkap di dekat rumah yang dia tinggali bersama ibunya di kota yang sama pada malam kejadian, saat bersembunyi di taman.

Dalam proses persidangan di Pengadilan Tinggi Kota Glasgow, terungkap pula catatan kriminal Laming sebelumnya. Dia pernah dihukum penjara empat tahun karena kasus perampokan pada 2015. Laki-laki itu dibebaskan pada 12 Desember 2019. Akan tetapi, tidak sampai dua pekan, dia ditangkap polisi lagi karena kejahatan baru, yaitu memerkosa lansia berumur 80 tahun.

“Apa yang Anda lakukan adalah kejahatan yang mengerikan. Anda harus benar-benar malu. Pasti sangat menakutkan bagi perempuan itu. Dia berada di rumah sendiri (saat diperkosa) dan mengurus semuanya sendirian,” kata Lady Stacey.

Editor : Ahmad Islamy Jamil