Pertama di Dunia, Peti Mati Terbuat dari Jamur untuk Percepat Pembusukan Jenazah

Anton Suhartono ยท Kamis, 17 September 2020 - 11:49 WIB
Pertama di Dunia, Peti Mati Terbuat dari Jamur untuk Percepat Pembusukan Jenazah

Peti mati Living Cocoon terbuat dari jamur digunakan untuk pertama kali oleh jasad perempuan 82 tahun di Belanda (Foto: AFP)

AMSTERDAM, iNews.id - Ilmuwan Belanda membuat peti mati terbuat dari jamur yang berguna mempercepat pembusukan jenazah. Bukan hanya itu, peti tersebut mengubah jenazah menjadi kompos yang dapat memperkaya kandungan tanah.

Ilmuwan yang membuatnya, Bob Hendrikx, mengatakan, peti bernama 'Living Cocoon' itu merupakan yang pertama di dunia. Dia menemukan ide tersebut di laboratorium mahasiswa Universitas Teknik Delft.

"Ini peti mati hidup pertama di dunia. Sebenarnya pada Sabtu lalu, manusia pertama di Belanda dibuat kompos dan dikembalikan ke siklus kehidupan," kata Hendrikx, dikutip dari AFP, Kamis (17/9/2020).

Jenazah pertama yang menggunakannya sebagai tempat peristirahatan terakhir adalah perempuan 82 tahun, di mana seluruh tubuhnya akan menyatu dengan tanah dalam 2 hingga 3 tahun mendatang.

Jika menggunakan peti mati konvensional yang terbuat dari kayu berpernis dan bergagang logam, proses pembusukan bisa memakan waktu lebih dari 10 tahun, sementara petinya akan hilang dalam 30 hingga 45 hari.

“Ini sebenarnya organisme, terbuat dari miselium yang merupakan struktur akar jamur. Mereka merupakan pendaur ulang terbesar di alam," kata Hendrikx.

Dia menambahkan pembusukan jenazah seperti ini merupakan cara paling cepat yang alami.

"Kita tidak lagi mencemari lingkungan dengan racun dalam tubuh kita serta semua hal yang ikut masuk peti mati, tapi sebaliknya bisa untuk memperkaya dan benar-benar menjadi kompos bagi alam," tuturnya.

Editor : Anton Suhartono

Halaman : 1 2 Tampilkan Semua