Pertama Kali Bertemu, Ini yang Dibahas Presiden Putin dan Kim Jong Un

Anton Suhartono ยท Kamis, 25 April 2019 - 12:55 WIB
Pertama Kali Bertemu, Ini yang Dibahas Presiden Putin dan Kim Jong Un

Vladimir Putin bertemu dengan Kim Jong Un di Vladivostok (Foto: AFP)

VLADIVOSTOK, iNews.id - Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un memulai pertemuan pertama mereka di Kota Vladivostok, Timur Jauh, Kamis (25/4/2019).

Kedua pemimpin berjanji mempererat hubungan di masa mendatang. Apalagi, keduanya memiliki catatan sejarah hubungan baik di masa lalu.

"Saya kira ini akan menjadi pertemuan yang berguna dalam mengembangkan hubungan antara dua negara. Kami punya hubungan persahabatan dan sejarah yang panjang, menjadi lebih stabil dan sehat," kata Kim, dikutip dari AFP.

Sementara itu Putin mengatakan Rusia akan selalu mendukung Kim untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea serta akan meningkatkan hubungan perekonomian.

"Saya yakin kunjungan Anda akan membantu kami untuk lebih memahami bagaimana kami dapat menyelesaikan permasalahan di Semenanjung Korea dan apa yang dapat Rusia lakukan untuk mendukung proses positif yang saat ini sedang terjadi," kata Putin.

Lebih lanjut Putin mengatakan, dalam konteks hubungan bilateral, Rusia sepakat melakukan banyak hal untuk memajukan hubungan ekonomi.

Di antara isu yang kemungkinan akan dibahas adalah nasib sekitar 10.000 buruh Korea Utara di Rusia yang akan berakhir kontraknya pada akhir tahun ini. Korut berharap Rusia memperpanjang kontrak para pekerja untuk periode selanjutnya.
Tenaga kerja merupakan andalan pendapatan Korut.

Selain itu Kim kemungkinan akan meminta Rusia untuk meningkatkan bantuan ekonomi. Korut sedang dalam kondisi terpukul setelah sanksi internasional yang bertubi-tubi datang sejak uji coba senjata nukir dan rudal balistik beberapa tahun lalu.

Rusia memberikan bantuan pangan senilai 25 juta dolar AS kepada Korut dalam beberapa tahun terakhir. Pengiriman terakhir terjadi pada Maret 2018, yakni lebih dari 2.000 ton gandum dipasok ke pelabuhan Chongjin.


Editor : Anton Suhartono