Pertama Kali, Saudi Izinkan Perempuan Tonton Sepak Bola di Stadion

Nathania Riris Michico ยท Sabtu, 13 Januari 2018 - 11:23 WIB
Pertama Kali, Saudi Izinkan Perempuan Tonton Sepak Bola di Stadion

Perempuan di Arab Saudi pertama kalinya tonton pertandingan bola (Foto: AFP)

RIYADH, iNews.id - Untuk pertama kalinya, perempuan di Arab Saudi diperbolehkan menonton pertandingan sepak bola di stadion. Ini merupakan salah satu langkah modernisasi yang dilakukan Kerajaan Arab.

Dilansir BBC, Sabtu (13/1/2018), untuk permulaan, para perempuan bisa menonton sepak bola di tiga kota besar, yakni Riyadh, Jeddah, dan Dammam. Di hari perdana, para penerima tamu, yang juga perempuan, dipekerjakan untuk menyambut para supporter perempuan dan keluarga mereka di stadion di Jeddah.

Penerima tamu ini bertugas mengantar para penonton perempuan yang sebagian besar mengenakan jubah abaya hitam tradisional Arab.

Pertandingan sepak bola pertama yang bisa ditonton ini adalah tim Al Ahli melawan Al Batin di Riyadh, Jumat 12 Januari. Kemudian pertandingan antara Al Hilal dan Al Ittihad di Sport City, Jeddah, pada Sabtu 13 Januari.

Sebuah hashtag (tanda pagar) di media sosial bertuliskan 'orang-orang menyambut masuknya perempuan ke dalam stadion' diucapkan puluhan ribu kali warganet di Twitter selama pertandingan sepak bola berlangsung.

Lamya Khaled Nasser, seorang penggemar sepak bola berusia 32 tahun asal Jeddah, mengungkapkan rasa bangganya atas peristiwa itu.

"Kejadian ini membuktikan bahwa kita sedang menuju masa depan yang sejahtera. Saya sangat bangga menjadi saksi perubahan besar ini," kata Nasser, kepada AFP.

Penduduk Jeddah lainnya, Ruwayda Ali Qassem, mengatakan perubahan tersebut adalah hari bersejarah untuk Arab.

"Saya bangga dan sangat bahagia untuk perkembangan ini dan untuk langkah yang dibuat untuk mengejar tindakan beradab yang diadopsi oleh banyak negara," kata Qassem.

Pekan lalu, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menyatakan perempuan diizinkan menghadiri pertandingan kedua dan ketiga pada Sabtu dan Kamis berikutnya. Reformasi ini adalah bagian dari proses modernisasi bertahap di bawah pemerintahan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang berusaha membuat Kerajaan lebih moderat.


Editor : Anton Suhartono