Pertama Kalinya, Perempuan di Saudi Dibolehkan Jadi Penyelidik Kasus

Anton Suhartono ยท Selasa, 13 Februari 2018 - 10:53 WIB
 Pertama Kalinya, Perempuan di Saudi Dibolehkan Jadi Penyelidik Kasus

Ilustrasi perempuan Saudi (Foto: AFP)

RIYADH, iNews.id - Untuk pertama kalinya, kantor kejaksaan Arab Saudi akan merekrut penyelidik dari kalangan perempuan. Ini merupakan bagian dari reformasi besar-besaran yang dilakukan putra mahkota Mohammed bin Salman untuk lebih melibatkan perempuan di berbagai sektor.

“Tersedia lowongan bagi perempuan sebagai sebagai staf di bagian penuntutan umum di penyelidikan,” demikian pernyataan kementerian informasi Arab Saudi, dikutip dari AFP, Selasa (13/2/2018).

Tak hanya di sektor penuntutan, sebelumnya bagian imigrasi Saudi juga membuka lowongan bagi perempuan untuk ditempatkan di bandara-bandara serta perbatasan negara. Ada 107.000 lamaran yang masuk, padahal hanya 140 posisi yang dibutuhkan.

Pelibatan lebih bayak perempuan di berbagai sektor pemerintahan merupakan bagian dari ‘Visi 2030’ yang dicanangkan Mohammed bin Salman. Dia menargetkan hampir sepertiga dari posisi di pemerintahan diisi oleh perempuan.

Jumlah itu berarti naik 22 persen dibandingkan dengan sebelum reformasi digaungkan.

Ayahnya, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, pada tahun lalu mengeluarkan kebijakan mengejutkan, yakni mencabut larangan mengemudi mobil bagi perempuan. Aturan tersebut baru akan diterapkan pada pertengahan tahun ini.

Menyusul kemudian pencabutan larangan perempuan mengemudikan sepeda motor serta kendaraan komersial, seperti bus dan truk.

Setelah itu, beberapa aturan lain yang memberi keleluasaan perempuan Saudi untuk beraktivitas di tempat umum dicabut, seperti menonton pertandingan olahraga di stadion.

Editor : Anton Suhartono