Pertemuan DK PBB, Indonesia Tawarkan 3 Poin Merespons Tantangan Dunia Pasca-Pandemi

Anton Suhartono ยท Jumat, 25 September 2020 - 11:27 WIB
Pertemuan DK PBB, Indonesia Tawarkan 3 Poin Merespons Tantangan Dunia Pasca-Pandemi

Mahendra Siregar (Foto: Kemlu RI)

JAKARTA, iNews.id - Indonesia menyampaikan tiga poin utama di pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB dalam merespons tantangan global yang semakin meningkat untuk menjaga perdamaian dunia pasca-pandemi Covid-19.

Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengatakan, pandemi berpotensi menciptakan gangguan ekonomi dan sosial yang memicu kembalinya konflik di beberapa negara.

Tiga poin tersebut, pertama pentingnya mendorong Dewan Keamanan PBB untuk terus mengawal implementasi gencatan senjata, termasuk Global Humanitarian Response Plan dan Resolusi DK PBB 2532. Dalam kaitan ini, Wamenlu menekankan pentingnya penguatan dukungan terhadap misi perdamaian PBB dalam merespons dampak pandemi di lapangan, terutama bantuan kemanusiaan dan pembangunan perdamaian.

Hal kedua yang ditekankan adalah perlunya merespon perubahan terhadap situasi keamanan internasional yang baru pascapandemi. Dewan harus tetap responsif, adaptif, dan berorientasi pada hasil dalam menghadapi tantangan keamanan internasional.

Poin ketiga, lanjut wamenlu, pandemi berpotensi mempercepat fragmentasi dan perubahan tatanan dunia. Untuk itu, PBB harus dapat meningkatkan relevansinya.

"Sistem PBB harus dapat meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitasnya, khususnya dalam upaya penyediaan akses obat-obatan dan vaksin dengan harga terjangkau," kata Mahendra, dalam keterangan Kemlu RI, Jumat (25/9/2020).

Lebih lanjut Mahendra optimistis krisis ini dapat membuka jalan bagi perdamaian melalui solidaritas, persatuan, dan tanggung jawab global, demi kepentingan semua.

“Meningkatkan keterlibatan dan kerja sama adalah hal yang kita perlukan untuk menghadapi masa yang sulit ini," ujarnya.

Pertemuan ini dipimpin Presiden Republik Niger Issoufou Mahamadou selaku Presiden Dewan Keamanan PBB untuk September 2020 serta dihadiri seluruh negara anggota DK PBB. Pertemuan juga menghadirkan sejumlah briefers, di antaranya Sekjen PBB, Antonio Guterres serta Chairperson of the African Union Commission Moussa Faki Mahamat.

Editor : Anton Suhartono