Pesawat Ukraina Ditembak Rudal, Presiden Iran Tegaskan Semua yang Terlibat Akan Dihukum

Anton Suhartono ยท Selasa, 14 Januari 2020 - 15:39 WIB
Pesawat Ukraina Ditembak Rudal, Presiden Iran Tegaskan Semua yang Terlibat Akan Dihukum

Hassan Rouhani (Foto: AFP)

DUBAI, iNews.id - Presiden Iran Hassan Rouhani berjanji akan menghukum siapa pun yang bersalah yang menyebabkan jatuhnya pesawat Ukraine International Airlines pada 8 Januari 2020.

Pesawat Boeing 737-800 itu jatuh akibat tembakan rudal militer Iran, menewaskan 176 penumpang dan kru.

Baca Juga: Presiden Iran Rouhani: Tembak Jatuh Pesawat Ukraina Adalah Kesalahan Tak Termaafkan

Insiden ini terjadi beberapa jam setelah Iran menyerang pangkalan militer Irak tempat bermarkasnya pasukan Amerika Serikat, sebagai balasan atas pembunuhan komandan pasukan elite Quds, Qasem Soleimani.

Rouhani mengatakan, semua yang bertanggung jawab akan diseret ke pengadilan militer. Hal ini menandakan seluruh yang terlibat merupakan personel angkatan bersenjata Iran. Mereka meluncurkan rudal darat ke udara hingga mengenai pesawat.

"Itu merupakan kesalahan yang tidak dapat dimaafkan, satu orang saja tidak dapat bertanggung jawab sepenuhnya atas kecelakaan pesawat ini," katanya, dalam pidato yang ditayangkan stasiun televisi nasional, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/1/2020).

Dia memuji sikap militer Iran yang langsung mengaku bersalah atas pelanggaran ini.

"Angkatan bersenjata Iran mengakui kesalahan merupakan langkah awal yang baik. Kita harus meyakinkan orang bahwa ini tidak akan terjadi lagi," katanya, seraya menegaskan, pemerintah akan bertanggung jawab atas tewasnya warga Iran serta warga asing.

Baca Juga: Iran Mengaku Tembak Jatuh Pesawat: Ukraina Tuntut Hukuman, Permintaan Maaf dan Kompensasi

Dalam penerbangan itu terdapat lebih dari 60 warga Kanada, 10 warga Swedia, serta masing-masing tiga warga Inggris dan Jerman.

Sebelumnya Rouhani menegaskan mereka yang bertanggung jawab menembak jatuh pesawat Ukraina akan dibawa ke pengadilan militer.

Pesawat Ukraina jenis Boeing 737-800 buatan tahun 2016 jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Imam Khomeini, Teheran, menuju Kiev, Ukraina. Penembakan dilakukan karena pesawat terbang di dekat lokasi militer sensitif.

Editor : Anton Suhartono