Peserta Membludak, Rekor Hadirkan Manusia Kembar Paling Banyak di Dunia Terancam Gagal Diraih

Anton Suhartono ยท Rabu, 22 Januari 2020 - 15:08:00 WIB
Peserta Membludak, Rekor Hadirkan Manusia Kembar Paling Banyak di Dunia Terancam Gagal Diraih
Pasangan kembar identik Sri Lanka mengikuti pemecahan rekor dunia di Kolombo (Foto: AFP)

KOLOMBO, iNews.id - Rekor dunia menghadirkan manusia kembar terbanyak di stadion Kolombo, Sri Lanka, Senin (20/1/2020), terancam gagal diraih.

Bukan karena jumlah orang kembar yang hadir lebih sedikit dibandingkan pemegang rekor sebelumnya, namun justru terlalu banyak.

Para peserta datang dari penjuru Sri Lanka dan mengikuti setiap proses yang ditetapkan oleh Guinness World Records. Setiap kembar harus menunggu 5 jam, dari antre sampai mengikuti semua proses yang disyaratkan.

Guinness Worlds Records masih mengalkukasi jumlah kembar yang hadir, namun tampaknya panitia tak bisa memenuhi standar yang ditetapkan karena terlalu banyak peserta dan membuat prosesnya menjadi karut marut.

Rekor sebelumnya dipegang Taiwan pada 1999 di mana ada 3.961 pasangan kembar, 37 kembar tiga, dan empat set kembar empat.

Saat pendaftaran, mereka diminta menyerahkan akte kelahiran yang dilanjutkan dengan foto grup. Semuanya harus melewati satu pintu yang membuat proses ini begitu panjang dan melelahkan.

"Kami punya peserta lebih dari yang kami harapkan. mereka melalui satu titik masuk, tidak mudah," kata juru bicara acara dari Kembar Sri Lanka, Wasana Ranasinghe, dikutip dari AFP, Rabu (22/1/2020).

Seorang pantia yang juga memiliki anak perempuan kembar berusia 10 tahun, Ranasinghe, mengatakan, lebih dari 6.000 pasangan yang hadir, mulai dari usia 3 bulan sampai 89 tahun.

Namun, tak semua peserta melakukan foto wajib sebagaimana disyaratkan dalam pedoman Guinness Worlds Records.

"Kami akan tahu dalam 2 pekan apakah benar-benar memenuhi syarat untuk mendapat rekor atau tidak. Tapi setidaknya kami berhasil meningkatkan kesadaran," katanya.

Ranasinghe menambahkan, pihaknya akan mencoba memecahkan rekor lagi jika kali ini gagal. Dia yakin sistem pendataan dan prosesnya akan semakin cepat.

Dua jenderal, Jayantha dan Pooraka Seneviratne, turut ambil bagian. Mereka bahkan memimpin kontingen kembar dari militer.

"Sekarang kita tahu kekuatan kita, kita bahkan bisa melakukan upaya lain," kata Jayantha, sambil berpose untuk foto dengan kembar lain.

Pakar IT Sathiyan dan saudara kembarnya, Sayanthan, melakukan perjalanan 400 kilometer ke Kolombo dari Jaffna.

"Kami menempuh perjalanan selama 10 jam dengan kereta untuk sampai di sini tepat waktu. Kami kira ini merupakan kesempatan untuk melihat begitu banyak anak kembar dan menjadi yang baik bagi negara ini," kata Sathiyan.


Editor : Anton Suhartono