Pidato Terakhir Angela Merkel sebagai Ketum Partai Berkuasa Jerman

Nathania Riris Michico ยท Sabtu, 08 Desember 2018 - 16:58 WIB
Pidato Terakhir Angela Merkel sebagai Ketum Partai Berkuasa Jerman

Angela Merkel saat mengucapkan pidato terakhirnya sebagai kanselir Jerman. (Foto: DPA)

BERLIN, iNews.id - Angela Merkel menyampaikan pidato terakhirnya sebagai Ketua Umum di hadapan setidaknya 1.001 anggota delegasi dalam Kongres Nasional CDU di Hamburg, Jumat (7/12/2018). Kongres itu selanjutnya akan memilih pengganti Merkel di pucuk pimpinan partai.

Angela Merkel memimpin CDU sejak 2000. Ketika itu, jajaran pimpinan CDU masih didominasi oleh para pria, dan ketika itu CDU sedang berada dalam krisis. Ketua Partai Helmut Kohl dipaksa meletakkan jabatan karena terlibat skandal sumbangan gelap untuk partai.

Tanpa diduga, Angela Merkel yang berasal dari Jerman Timur merebut inisiatif dan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum. Sosok Merkel saat itu sangat jauh dari gambaran partai CDU dan para pemimpinnya.

Belum pernah sebelumnya seorang perempuan menjabat sebagai ketua partai. Apalagi Merkel berasal dari Jerman bagian Timur, yang belum lama keluar dari penindasan kekuasaan rezim sosialistik.

Baca juga: Alasan Angela Merkel Tak Akan Maju Lagi sebagai Kanselir Jerman

Selain itu, Merkel bercerai dari suaminya dan ketika itu hidup bersama dengan pasangannya, tanpa menikah lagi. Bagi sebuah partai Kristen yang konservatif, ini bukanlah kondisi ideal untuk terpilih menjadi Ketua Umum.

Namun ternyata, Angela Merkel tidak hanya terpilih sebagai ketua partai, dia juga bertahan di jabatan itu selama 18 tahun.

Pada 2005, Angela Merkel mencalonkan diri sebagai Kanselir Jerman dan CDU memenangkan pemilihan umum. Sejak itu, dia mengendalikan pemerintahan Jerman dalam berbagai koalisi.

Beberapa tahun terakhir, dominasi CDU mulai goyah, kritik terhadap Merkel makin gencar, juga di kalangan partainya sendiri.

Baca juga: Angela Merkel Terpilih Lagi Menjadi Kanselir Jerman untuk Ke-4 Kali

Setelah CDU mengalami kekalahan besar dalam dua pemilihan negara bagian, Angela Merkel akhirnya mengumumkan pengunduran diri secara bertahap dari panggung politik.

Dia berjanji tidak akan mencalonkan diri lagi sebagai ketua partai, sebagai kanselir Jerman atau bahkan sebagai anggota dewan perwakilan rakyat, Bundestag. Merkel juga mengatakan dia tidak akan mengambil alih jabatan internasional.

Dia akan kembali menjadi rakyat biasa dan hidup sebagai pensiunan. Namun dia menegaskan, dia tetap akan menjalankan jabatannya sebagai Kanselir Jerman sampai masa legislatur ini berakhir.

Dalam pidato terakhirnya sebagai ketua Umum CDU di Hamburg, Merkel mengingatkan kepada para anggota delegasi salah satu tonggak utama partai: toleransi.

"CDU adalah partai yang menyatukan," tegasnya, seperti dilaporkan Deutsche Welle, Sabtu (8/12/2018).

Baca juga: 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia, Angela Merkel Kembali di Posisi 1

"Partai CDU tidak pernah menutup diri. CDU tidak pernah merendahkan atau bahkan menindas orang lain. Bagi CDU, semua manusia adalah setara, demikian juga martabatnya. Kami partai CDU melayani rakyat di negara ini," tandasnya.

"Kini tibalah saatnya untuk membuka lembaran baru dalam sejarah partai."

Dia mengucapkan terima kasih kepada Partai CDU yang membuka peluang bagi dirinya memimpin Jerman.

Sejak pertama kali menjadi Kanselir, dia berjanji mengisi dan menjalankan jabatan itu dengan penuh penghormatan dan wibawa. Dan Merkel juga akan meninggalkan jabatan kanselir dengan penghormatan dan wibawa.

"(Masa-masa ini) adalah kebahagiaan bagi saya. Sebuah kehormatan bagi saya", kata Merkel menutup pidatonya.

Para anggota delegasi berdiri dan memberi sambutan tepuk tangan gemuruh sampai bermenit-menit. Merkel kembali ke kursinya di podium dan terlihat menahan air mata.


Editor : Nathania Riris Michico