Polisi AS Gerebek dan Usir Aktivis di Kedubes Venezuela, Maduro Murka

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 17 Mei 2019 - 11:42 WIB
Polisi AS Gerebek dan Usir Aktivis di Kedubes Venezuela, Maduro Murka

Polisi memindahkan besi penghalang ketika agen federal membuka pintu Kedutaan Besar Venezuela di Washington yang diduduki oleh aktivis yang mendukung pemimpin Venezuela Nicolas Maduro. (FOTO: AFP / Eric BARADAT)

CARACAS, iNews.id - Polisi Amerika Serikat (AS) menggerebek dan mengusir sekelompok aktivis yang memasuki kedutaan Venezuela di Washington yang mendukung Presiden Nicolas Maduro. Hal ini diduga sebagai jalan untuk menyerahkan komplek diplomatik itu kepada utusan pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido.

"Pembebasan kedutaan kami terjadi berkat perjuangan diaspora Venezuela," kata Carlos Vecchio, utusan Guaido, seperti dilaporkan AFP, Jumat (17/5/2019).

"Dengan pengorbanan, mereka melawan semua kesulitan," kata Vecchio.

Polisi dan kendaraan pemadam kebakaran terlihat di dalam lahan misi diplomatik Venezuela di ibu kota AS. Kedutaan itu diambil alih bulan lalu oleh sejumlah aktivis sayap kiri yang memprotes upaya Guaido untuk menggulingkan rezim Maduro.

Di Caracas, Maduro marah dan mengutuk penggerebekan itu. Dia menyebut pengusiran itu dilakukan dengan cara brutal.

Maduro mengatakan dia memerintahkan peningkatan keamanan di sekitar Kedutaan Besar AS di Caracas.

"Kami akan lebih melindunginya, karena Venezuela mematuhi hukum internasional," kata Maduro, dalam pidato yang disiarkan televisi.

Dia juga mendesak pemerintah AS untuk menghormati hak asasi manusia para aktivis yang berada di dalam markas diplomatik selama 36 hari dengan otoritas pejabat Venezuela.

Guaido pada awal tahun ini menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela. Venezuela memutuskan hubungan diplomatik dengan AS setelah Presiden Donald Trump mengakui Guaido sebagai presiden sementara.

Selain AS, 50 negara lain mengakui Guaido sebagai pemimpin negara yang dilanda krisis itu.

Selama lebih dari sebulan, sejumlah orang AS yang menamakan dirinya Perlindungan Kolektif Kedutaan tinggal di kedutaan, dengan persetujuan pemerintah Maduro.


Editor : Nathania Riris Michico