Posting Foto Hoaks di Akun Pemerintah, Australia Desak China Minta Maaf

Arif Budiwinarto ยท Selasa, 01 Desember 2020 - 12:08:00 WIB
Posting Foto Hoaks di Akun Pemerintah, Australia Desak China Minta Maaf
Perdana Menteri Australia, Scott Morisson, mendesak China meminta maaf atas unggahan foto hoaks di Twitter. Foto tersebut menyudutkan militer Australia. (foto: EPA)

CANBERRA, iNews.id - Australia menuntut China meminta maaf karena memposting gambar palsu di akun Twitter pemerintah yang dianggap menyudutkan militer Negeri Kanguru. Foto yang diunggah menampilkan kekerasan milter Australia kepada seorang bocah Afghanistan.

Pada hari Senin (30/11/2020), juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian memposting gambar palsu yang menggambarkan seorang tentara Australia tengah memegang pisau berlumur darah di samping seorang bocah yang menggendong domba.

Gambar tersebut tampaknya merujuk pada tuduhan yang dilaporkan sebelumnya bahwa tentara elit Australia menggunakan pisau untuk membunuh dua anak laki-laki Afghanistan berusia 14 tahun.

"Terkejut dengan pembunuhan warga sipil Afghanistan dan tahanan oleh tentara Australia. Kami sangat mengutuk tindakan seperti itu, dan menyerukan agar mereka bertanggung jawab," kicau Zhao di Twitter-nya seperti dikutip dari BBC, Selasa (1/12/2020).

Unggahan foto tersebut muncul setelah sebuah dokumen berjudul Afghan File mengungkap kekejaman tentara Australia kepada warga sipil dan tahanan Afghanistan selama mereka bertugas di negara itu. Berdasarkan dokumen tersebut sebanyak 39 orang tewas di tangan tentara Australia dengan cara mengenaskan.

Sumber tentara Australia (ADF) kepada Australian Broadcasting Corporation (ABC) membantah tuduhan tersebut.

Sikap China menjijikkan dan memalukan 

Editor : Arif Budiwinarto

Halaman : 1 2