Prancis Kerahkan 65 Ribu Polisi untuk Amankan Demo Besok

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 08:43 WIB
Prancis Kerahkan 65 Ribu Polisi untuk Amankan Demo Besok

Polisi anti huru-hara bentrok dengan para demonstran 'Rompi Kuning' di Champs-Elysees, Paris. (Foto: AP)

PARIS, iNews.id - Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe mengatakan lebih dari 65.000 personel polisi akan dikerahkan untuk mencegah aksi-kekerasan lain semasa demonstrasi mendatang.

Philippe menjanjikan langkah-langkah pengamanan khusus bagi aksi protes yang direncanakan berlangsung pada Sabtu (8/12) di Paris dan berbagai lokasi lain di negara itu, di tengah-tengah munculnya kekhawatiran bahwa kelompok-kelompok radikal dan pembuat keonaran akan memanfaatkan aksi itu untuk memicu kerusuhan.

Berbicara di hadapan parlemen, Kamis (6/12/2018), Philippe menyebut pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengamankan demonstrasi, termasuk menghadirkan petugas keamanan tambahan untuk memperkokoh kekuatan 65.000 tentara dan polisi yang dikerahkan sebelumnya di berbagai penjuru negara itu.

Baca juga: Demo Berujung Kekerasan di Paris, 100 Orang Luka dan 200 Ditangkap

Philippe menyarankan agar para demonstran “jaket kuning” diam di rumah untuk mencegah hadirnya orang-orang yang akan menunggangi aksi protes mereka. Demonstrasi di Paris pada Sabtu pekan lalu menimbulkan kerusuhan dan penjarahan.

Dia juga memuji para pemimpin serikat buruh dan pejabat pemerintah setempat yang mendukung seruan pemerintah agar masyarakat mengambil sikap tenang.

Pengumuman itu diambil setelah Presiden Emmanuel Macron pada Rabu (5/12) memutuskan membatalkan kenaikan pajak BBM, yang memicu kerusuhan berminggu-minggu.

Pada Sabtu lalu, huru-hara terburuk dalam beberapa tahun terakhir berkobar di Paris, di mana para pemrotes membakar mobil dan menjarah toko-toko di Champs Elysees, jalan raya yang tersohor di Paris.

Pejabat-pejabat pemerintah khawatir terulangnya kekerasan pada Sabtu akan melumpuhkan ekonomi negara itu dan menimbulkan keraguan tentang pemerintah bisa bertahan.

Menara Eiffel dan museum-museum akan ditutup pada Sabtu besok dan setidaknya empat pertandingan sepak bola divisi pertama dibatalkan.

Protes berkobar pada November lalu, karena kenaikan pajak BBM yang merupakan bagian dari rencana Macron untuk melawan pemanasan global.

Setelah Macron membatalkan kenaikan pajak BBM, para pengunjuk rasa mengemukakan tuntutan baru terkait isu-isu ekonomi lainnya yang merugikan para pekerja, pensiunan, dan mahasiswa.


Editor : Nathania Riris Michico