Presiden China Xi Jinping Tegaskan Tetap Mendukung Pemimpin Hong Kong Carrie Lam

Anton Suhartono ยท Selasa, 05 November 2019 - 10:39 WIB
Presiden China Xi Jinping Tegaskan Tetap Mendukung Pemimpin Hong Kong Carrie Lam

Presiden Xi Jinping dan Carrie Lam bertemu di Shanghai (Foto: AFP)

SHANGHAI, iNews.id - Presiden China Xi Jinping menyampaikan rasa kepercayaan yang tinggi kepada pemimpin Hong Kong Carrie Lam dalam menangani situasi politik. Pernyataan itu disampaikan Xi saat bertemu dengan Lam di Shanghai, Senin (4/11/2019).

Dukungan Xi ini juga disampaikan setelah surat kabar Inggris Financial Times melaporkan bahwa Beijing akan mengganti Lam pada Maret 2020 karena gagal menangani gejolak di Hong Kong.
Seperti diketahui pemimpin Hong Kong ditentukan oleh pemerintah China.

Pertemuan tersebut digelar bersamaan dengan demonstrasi Hong Kong terbaru pada Senin sebagai kelanjutan dari bentrokan yang terjadi pada akhir pekan, ditandai dengan serangan menggunakan pisau dan perusakan kantor media pemerintah China, Xinhua.

Menurut Xi, sebagaimana dilaporkan Xinhua, Lam telah banyak bekerja keras dan berusaha menstabilkan situasi di Hong Kong.

"Xi menyampaikan kepercayaan tingkat tinggi kepada Lam dan pengakuan penuh atas tugas dan tim pemerintahannya. Mengakhiri kekerasan dan kekacauan serta memulihkan ketertiban tetap menjadi tugas paling penting bagi Hong Kong saat ini," kata Xi, seperti dilaporkan kembali AFP, Selasa (5/11/2019).

Xi juga menyerukan langkah efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengedepankan dialog terhadap semua kelompok masyarakat untuk mengakhiri krisis.

China telah menjalankan pemerintahan Hong Kong di bawah model 'satu negara, dua sistem' yang memungkinkan kebebasan Hong Kong sejak diserahkan dari Inggris pada 1997.

Namun publik Hong Kong justru merasakan sebaliknya. Pemerintah China dituduh telah mengikis kebebasan itu, terutama sejak Xi berkuasa.

Aksi unjuk rasa besar mulanya dipicu rencana pemberlakuan RUU ekstradisi yang memungkinkan para penjahat Hong Kong menjalani sidang di China. Meskipun RUU resmi dicabut, massa tetap turun ke jalan karena tuntutan mereka telanjur melebar, seperti hak pilih universal yakni pemilihan pemimpin Hong Kong secara langsung serta penyelidikan atas dugaan pelanggaran oleh polisi dalam menangani demonstran.

Editor : Anton Suhartono