Presiden Iran Rouhani: Sanksi AS Adalah Terorisme Ekonomi

Nathania Riris Michico ยท Sabtu, 08 Desember 2018 - 17:49 WIB
Presiden Iran Rouhani: Sanksi AS Adalah Terorisme Ekonomi

Presiden Iran Hassan Rouhani. (Foto: AP)

TEHERAN, iNews.id - Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan sanksi Amerika Serikat (AS) merupakan "terorisme ekonomi". AS memberlakukan kembali embargo minyak dan sanksi lainnya terhadap Iran sejak mundur dari perjanjian nuklir pada Mei lalu.

"Sanksi Amerika yang tidak adil dan ilegal terhadap negara terhormat Iran menargetkan negara kita dalam contoh terorisme yang jelas," kata Rouhani, dalam pidato yang disiarkan televisi, seperti dilaporkan AFP, Sabtu (8/12/2018).

Hal itu dia utarakan dalam sebuah konferensi tentang terorisme dan kerjasama regional yang dihadiri oleh pembicara parlemen dari Afghanistan, China, Pakistan, Rusia, dan Turki.

"Kami menghadapi serangan habis-habisan yang tidak hanya mengancam kemandirian dan identitas kami, tetapi juga tekad untuk memutuskan hubungan jangka panjang dengan kami," tambahnya.

Rouhani pun membandingkan apa yang dialami Iran dengan sanksi dan tekanan lain yang dihadapi oleh negara-negara yang menghadiri konferensi.

"Ketika mereka menekan perdagangan China, kami semua dirugikan. Dengan menghukum Turki, kami semua dihukum. Setiap kali mereka mengancam Rusia, kami juga menganggap keamanan kami terancam," katanya.

"Ketika mereka menjatuhkan sanksi terhadap Iran, mereka mencabut kita semua dari keuntungan perdagangan internasional, keamanan energi, dan pembangunan berkelanjutan. Dan faktanya, mereka menjatuhkan sanksi kepada semua orang," papar Rouhani.

"Kami di sini untuk mengatakan bahwa kami tidak berniat mentolerir penghinaan seperti itu."

Rouhani juga memperingatkan Eropa, yang sangat keberatan saat AS menarik diri dari kesepakatan nuklir, bahwa banyak yang dipertaruhkan dalam upaya mereka memotong sanksi AS dan mempertahankan perdagangan dengan Iran.

"Mereka harus tahu bahwa dengan memberi sanksi kepada Iran, mereka akan membahayakan kemampuan kita untuk memerangi narkoba dan terorisme," kata Rouhani, merujuk pada upaya Iran memerangi penyelundupan, terutama dari Afghanistan.

Konferensi di Iran ini merupakan adalah pertemuan regional kedua tentang terorisme; konferensi pertama diadakan pada Desember lalu di Islamabad.


Editor : Nathania Riris Michico