Presiden Prancis Unjuk Kekuatan Militer Eropa di Parade Peringatan Hari Bastille

Anton Suhartono ยท Minggu, 14 Juli 2019 - 16:32 WIB
Presiden Prancis Unjuk Kekuatan Militer Eropa di Parade Peringatan Hari Bastille

Presiden Emmanuel Macron memeriksa pasukan di perayaan Hari Bastille (Foto: AFP)

PARIS, iNews.id - Ada yang berbeda dengan parade militer di peringatan Hari Bastille di Paris, Prancis, Minggu (14/7/2019). Presiden Prancis Emmanuel Macron menonjolkan kekuatan militer Eropa dalam parade tersebut.

Para pemimpin Eropa, di antaranya Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, bergabung dengan Macron menyaksikan parade tahunan yang digelar di Champs Elysees untuk memperingati penyerbuan benteng Bastille di Paris dalam Revolusi Prancis pada 14 Juli 1789.

Lebih dari 4.000 pasukan angkatan bersenjata Prancis melakukan pawai seremonial ke Place de la Concorde disertai beberapa atraksi dari armada militer, termasuk penampilan jet tempur.

Selain pasukan Prancis, parade juga dimeriahkan dengan personel angkatan bersenjata dari negara-negara Eropa, terutama yang menjadi bagian Prakarsa Intervensi Eropa (E2I). Pasukan dari sembilan negara yang ikut serta dalam E2I, di antaranya Inggris dan Jerman.

Kerja sama pertahanan Eropa merupakan salah satu kebijakan luar negeri utama Macron. Kebijakan itu tidak berubah meskipun meningkatnya gejolak politik di kawasan, termasuk di krisis politik di Jerman serta keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Macron mendorong Prakarsa Intervensi Eropa (E2I) untuk membuat misi militer di luar struktur yang ada seperti NATO. Dia menilai kerja sama pertahanan Eropa sangat penting.

"Tidak pernah, sejak akhir Perang Dunia II, Eropa menjadi sangat penting," kata Macron, dalam pernyataan memperingati Hari Bastille, dikutip dari AFP.

Dia mengatakan, tujuan dibentuknya E2I untuk bertindak bersama dan memperkuat kapasitas dalam bertindak.

"Keamanan dan pertahanan kita melampaui Eropa," ujarnya.

Pada parade peringatan Hari Basitelle 2017, tamu kehormatan Macron adalah Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Namun sejak itu hubungan Macron dan Trump memburuk terkait penarikan AS dari perjanjian iklim Paris serta kesepakatan nuklir Iran.

Sementara Prancis memberlakukan aturan pajak baru bagi perusahaan-perusahaan raksasa digital, sebagian besar dari AS.

Pada Sabtu (13/7/2019), Macron mengumumkan pembentukan komando pasukan antariksa nasional yang akan menjadi bagian dari angkatan udara.

"Kami akan memperkuat pengetahuan kami tentang situasi di luar angkasa, kami berupaya lebih untuk melindungi satelit kami," kata Macron.


Editor : Anton Suhartono