Protes soal Yerusalem, Hamas Gulirkan Gerakan Intifada Lawan Israel

Anton Suhartono ยท Kamis, 07 Desember 2017 - 17:11 WIB
Protes soal Yerusalem, Hamas Gulirkan Gerakan Intifada Lawan Israel

Pemimpin Hamas Ismail Haniya serukan gerakan intifada terbaru melawan Isael (Foto: Reuters)

GAZA, iNews.id – Organasisi perlawanan Islam Palestina Hamas menyerukan perlawanan terbaru atau gerakan intifada terhadap Israel setelah pengakuan Amerika Serikat (AS) bahwa Yerusalem merupakan ibu kota Israel.

"Kita sudah seharusnya melakukan perlawanan ke wajah musuh Zionis," kata pemimpin Hamas, Ismail Haniya, dalam pidatonya di Gaza, Kamis (07/12/2017).

Pria yang terpilih kembali memimpin Hamas pada Mei lalu itu, mengajak warga Palestina, warga Arab, dan umat Islam, untuk melakukan aksi unjuk rasa 'hari kemarahan' pada Jumat 8 Desember 2017, menentang keputusan sepihak AS.

"Biar 8 Desember menjadi hari pertama perlawanan melawan penjajah," ujar Haniya, dikutip dari Reuters.

Hamas merupakan salah satu faksi perlawanan Palestina terbesar, selain Fatah. Organisasi yang didirikan Seikh Ahmad Yasin ini kini mengendalikan Jalur Gaza.

Berbeda dengan Fatah, bentuk perlawanan yang dilakukan Hamas terhadap Israel sedikit sekali melalui meja diplomasi. Hamas cenderung melawan dengan senjata. Pada 2010, Israel memborbardir Gaza yang menyebabkan ribuan orang tewas. Namun serangan selama sekitar 20 hari itu tak mampu melumat Hamas.

"Kami sudah memberi instruksi kepada seluruh anggota Hamas dan organisasi sayap untuk bersiap siaga penuh menerima instruksi atau perintah yang mungkin diberikan untuk melawan ancaman atas Yerusalem dan Palestina," katanya.

Dia menjelaskan, Yerusalem merupakan kota orang Arab dan umat Islam. Kota itu juga akan menjadi ibu kota dari Palestina nantinya.

Lebih lanjut Haniya mendesak mitranya Presiden Mahmoud Abbas untuk menghentikan pembicaraan damai dengan Israel, serta mengajak pemerintah negara Arab memboikot pemerintahan Donald Trump.

Editor : Anton Suhartono