Punya Hubungan dengan China, AS Tuntut Akademisi Harvard, Peneliti dan Mahasiswa Universitas Boston

Nathania Riris Michico ยท Rabu, 29 Januari 2020 - 08:57 WIB
Punya Hubungan dengan China, AS Tuntut Akademisi Harvard, Peneliti dan Mahasiswa Universitas Boston

Universitas Harvard. (FOTO: AFP Photo / Scott Eisen)

NEW YORK, iNews.id - Jaksa penuntut Amerika Serikat (AS) menuntut seorang akademisi terkemuka di Universitas Harvard karena menyembunyikan perannya dalam program pemerintah China. Para pejabat keamanan menuduh dia mencuri rahasia dagang.

Penangkapan Charles Lieber, ketua departemen kimia dan biologi Harvard, adalah yang terbaru terkait kisah lama tentang dugaan pencurian properti intelektual.

Detektif AS kini sedang menyelidiki ratusan kasus dugaan pencurian rahasia dagang oleh para ilmuwan China yang bekerja di atau mengunjungi AS.

Dua ilmuwan lain, keduanya berkebangsaan Tiongkok, juga dituntut Selasa (29/1/2020), menurut Departemen Kehakiman dalam sebuah pernyataan.

Salah satunya merupakan seorang mahasiswa sains di Universitas Boston yang menurut jaksa penuntut gagal memberi tahu imigrasi AS bahwa dia adalah anggota angkatan bersenjata Tiongkok, Tentara Pembebasan Rakyat.

Yang lainnya adalah seorang peneliti kanker yang dituduh mencoba menyelundupkan botol berisi penelitian biologis keluar dari AS di kaus kakinya.

Penangkapan Lieber tidak biasa karena dia bukan keturunan Tiongkok dan merupakan tokoh terkemuka di salah satu universitas paling dihormati di dunia.

Jaksa menuduh bahwa Lieber dibayar 50.000 dolar sebulan dan menerima lebih dari 1,5 juta dolar untuk mendirikan laboratorium di Universitas Teknologi Wuhan.

Jaksa menyebut dia berbohong kepada penyelidik tentang hubungannya dengan Universitas Wuhan dan keterlibatannya dalam Rencana Seribu Talenta pemerintah China.

Program ini bertujuan merekrut para ahli internasional dalam penelitian ilmiah, inovasi, dan kewirausahaan.

Pemerintah AS menggambarkannya sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.

"Ini adalah contoh kecil dari kampanye Tiongkok yang sedang berlangsung untuk menyedot pengetahuan dan teknologi Amerika demi keuntungan China," kata jaksa penuntut Massachusetts, Andrew Lelling, seperti dilaporkan AFP, Rabu (29/1/2020).


Editor : Nathania Riris Michico