Pusat Rehabilitasi Narkoba Diserang Penjahat, 24 Orang Tewas dan 7 Terluka

Ahmad Islamy Jamil ยท Kamis, 02 Juli 2020 - 10:25 WIB
Pusat Rehabilitasi Narkoba Diserang Penjahat, 24 Orang Tewas dan 7 Terluka

Ilustrasi aksi penembakan. (Foto: AFP)

MEXICO CITY, iNews.id – Sejumlah pria bersenjata menyerang salah satu pusat rehabilitasi narkoba di Meksiko, Rabu (1/7/2020) waktu setempat. Akibat ulah para penjahat itu, sedikitnya 24 orang tewas dan tujuh lainnya terluka.

Menurut informasi awal yang diumumkan pihak berwenang, para penyerang memasuki tempat kejadian perkara (TKP), memaksa para korban untuk tiarap, lalu menembaki mereka.

“Kami memiliki laporan bahwa para pelaku tiba di lokasi dengan kendaraan berwarna merah. Tidak ada informasi lebih lanjut yang diketahui. Laporan awal yang kami miliki adalah 24 orang tewas dan tujuh orang luka,” ungkap Sekretaris Keamanan Publik di Kota Irapuato, Pedro Cortes, dikutip AFP, Kamis (2/7/2020).

Dia mengatakan, pihak berwenang masih berusaha menemukan kendaraan itu. Kota Irapuato terletak di Negara Bagian Guanajuato, sebelah barat laut ibu kota Meksiko, Mexico City. Negara bagian itu memang kerap diliputi kejahatan dan aksi kekejaman yang terorganisasi. Guanajuato juga menjadi markas bagi industri dan sejumlah pabrik mobil besar.

Karakterstik perekonomian seperti itu, ditambah dengan sektor energi Guanajuato yang berkembang pesat, telah menarik kelompok kriminal atau kartel narkoba seperti Jalisco New Generation dan Santa Rosa de Lima untuk menacapkan pengaruh mereka di negara bagian itu. Mereka kerap terlibat dalam pemerasan, penculikan, dan pencurian bahan bakar di wilayah itu.

Pada 21 Juni, pihak berwenang Meksiko mengumumkan penangkapan 26 tersangka anggota Santa Rosa de Lima setelah membakar kendaraan yang mereka gunakan sebagai blokade di Kota Celaya, Salamanca, dan Villagran. Presiden Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan, pemerintahannya tidak akan membiarkan Meksiko jatuh ke dalam anarki dan kekacauan.

Beberapa hari sebelumnya, enam anggota keluarga, termasuk bocah di bawah umur, dibunuh para penjahat di Kota Celaya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil